JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan mencopot jabatan ASN yang tidak memiliki visi besar dalam memajukan kota. Kebijakan ini berlaku untuk semua tingkatan, mulai dari kepala dinas, cumat hingga lurah.
"Jabatan di Surabaya itu memang diisi dia yang memiliki inovasi. Dia yang memiliki visi untuk memajukan wilayahnya masing-masing," ujar Eri Cahyadi ditemui di Gedung Pemkot Surabaya, Jumat (3/12).
Eri kemudian mencontohkan jabatan Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Kota Surabaya. Sosok yang mengisi jabatan tersebut harus tahu dan memiliki rencana ke depan terkait perizinan bangunan, apartemen.
Oleh karena itu, ketika nantinya resmi dilantik menjadi Wali Kota Surabaya periode 2025-2029, Eri Cahyadi akan melakukan seleksi ketat bagi ASN-ASN yang ingin menduduki posisi strategis Kadis, Camat, dan Lurah di Surabaya.
Bagi ASN yang berminat mencalonkan diri untuk mengisi posisi-posisi tersebut, syarat utama dari Eri Cahyadi adalah membuat proposal inovatif, berisi rencana strategi dan visi misi yang akan dilakukan.
"Ketika punya visi misi itu, dia akan dituangkan di proposal untuk mendaftar," imbuhnya. Proposal inovasi didaftarkan juga harus menjelaskan program kerja secara lengkap untuk tahun 2025-2026.
Proposal yang diterima nantinya dibandingkan satu dengan yang lain untuk mencari yang kandidat terbaik. Eri menegaskan bahwa setiap ASN memiliki kesempatan yang setara untuk menempati berbagai jabatan.
“Mau Camat mau Lurah begitu jadi, tidak tabuh lagi untuk mengambil jabatan yang diinginkan. Ketika dia ditarik menjadi lurah, tapi dia tidak tahu apa yang dia kerjakan, sudah selesai kelurahan, ini tidak akan bisa maju,” ucapnya.
Bagi Eri Cahyadi, jabatan bukan sekedar posisi, melainkan amanah kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap posisi-posisi di Pemerintah Kota Surabaya bisa diisi oleh pejabat-pejabat yang mumpuni