Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 November 2024 | 07.16 WIB

Kapolsek Lakarsantri Sebut Perempuan Berkerudung yang Bawa Sajam ke Dalam Gereja St Stefanus Surabaya Berinisial R

Perempuan berkerudung yang masuk ke dalam Gereja dan membawa senjata tajam sedang ditanyai jemaat Gereja. (Instagram @lyana.lukito) - Image

Perempuan berkerudung yang masuk ke dalam Gereja dan membawa senjata tajam sedang ditanyai jemaat Gereja. (Instagram @lyana.lukito)

JawaPos.com - Kapolsek Lakarsantri Surabaya Kompol M Akhyar membeberkan sosok perempuan yang nekat membawa senjata tajam pisau ke dalam Gereja Katolik St Stefanus Tandes. Insiden itu diketahui terjadi pada Rabu (20/11) saat jemaat hendak melakukan misa pagi. "Sementara yang bisa saya sampaikan, inisialnya R," ujar Akhyar kepada JawaPos.com, Jumat (22/11).

Sebelumnya, ulah perempuan yang membawa pisau ke Gereja membuat heboh masyarakat Surabaya. Aksi itu dibagikan pertama kali oleh akun Instagram @doominic.id, Rabu (20/11).

Tak berselang lama, pemilik akun Instagram @lyana.lukito turut membagikan insiden yang sama. Video berdurasi 1 menit 30 detik itu menampilkan jemaat dan pengurus Gereja yang sedang menanyai perempuan pembawa sajam.

Dalam video, perempuan berkerudung tersebut tampak duduk di bangku gereja. "Oh jatuh ya," ujar yang bersangkutan sambil melihat senjata tajamnya yang jatuh ke lantai.

Seorang jemaat laki-laki kemudian memastikan benda yang jatuh, yang diduga pisau dapur sudah diamankan. "Sudah, sudah kami amankan. Kami yakin anda orang baik," ucapnya.

Perempuan yang membawa pisau di Gereja Katolik St. Stefanus Tandes itu mengaku berusia 18 tahun dan belum memiliki KTP. Ia berasal dari Pulau Madura.

"Kamu dari Madura langsung ke sini, kok tahu alamatnya sini siapa yang ngasih tahu alamatnya?" tanya salah seorang jemaat yang berada di Gereja.

Namun, perempuan tersebut justru memberikan penjelasan yang ambigu. "Allah Ta'ala yang nyuruh," ucapnya. "Allah Ta'ala itu orang?" cecar seorang jemaat Gereja sekali lagi.

Kapolsek Lakarsantri pun membenarkan bahwa R berusia 18 tahun dan berasal dari Madura. "Betul, dari Madura," ujar Akhyar secara singkat melalui pesan WhatsApp.

Ia juga menyampaikan bahwa R diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Saat ini, ia sedang menjalani observasi selama 12 hari di Rumah Sakit Jiwa Menur.

"Diduga indikasi ODGJ, itu kenapa ada bahasa teror," beber Kapolsek Lakarsantri Kompol M Akhyar.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore