Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Maret 2024 | 11.35 WIB

Bertekad Wujudkan Kampung Madani, Wali Kota Surabaya Imbau Warga Berzakat di Kampungnya Sendiri Sebelum di Wilayah Lain

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat sedang meninjau RS Unair Surabaya pada hari Sabtu (23/3) lalu./Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya - Image

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat sedang meninjau RS Unair Surabaya pada hari Sabtu (23/3) lalu./Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya

JawaPos.com – Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang berupaya untuk mewujudkan wilayahnya menjadi Kampung Madani.

Maka dari itu, beragam cara mulai dilakukan untuk kesuksesan program itu, seperti mengeluarkan imbauan terkait penyaluran zakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia mengimbau dan mengajak warga Kota Surabaya untuk berzakat, infak, dan sedekah di masing-masing kampung tempat tinggalnya.

Sebab, dirinya ingin mewujudkan Kampung Madani di seluruh kampung yang ada di Kota Surabaya.

“Di Surabaya ini masih banyak kejadian anak-anak mabuk, geng motor, dan lain sebagainya. Itu karena Alquran tidak merasuk ke dalam jiwa mereka. Mungkin yang baca dan menghafal Alquran semakin banyak, tetapi dalam menerapkannya di kehidupan nyata masih belum banyak. Maka dari itu saya bertekad menggaungkan Kampung Madani,” ujarnya pada hari Kamis (28/3) seperti dilansir dari Radar Surabaya (JawaPos Group).

Menurutnya, program Kampung Madani itu merupakan kampung yang penuh peradaban. Sebab, madani adalah peradaban yang bermakna menjunjung tinggi adab.

Tidak ada warga miskin karena seluruh warga saling tolong menolong. Begitu juga dengan nihilnya stunting karena telah mendapat bantuan.

“Biasanya peradaban itu digandengkan dengan Pancasila. Makanya, ada yang bilang Kampung Madani itu Pancasila karena memang sebenarnya sama.

Sebab, Pancasila juga didasarkan pada agama. Semoga di malam Nuzulul Quran ini Kota Surabaya bisa mewujudkan Kampung Madani yang didasari aqidah dan akhlakul karimah,” imbuhnya.

Apabila masih ada orang miskin dan stunting tetapi warga sekitar di kampung masih mendiamkannya.

Maka perlu dibenahi dan ditegaskan untuk lebih perhatian kepada sesama warga. Dengan begitu menurut Eri, warga secara tidak langsung telah menerapkan ajaran Al Quran di lingkungan masyarakat.

“Siapapun yang terdekat, mau itu saudara atau tetangga di kampung kita harus dibantu. Karena nanti jika kita meninggal yang memandikan dan menyiapkan keranda salah satunya ya tetangga terdekat kita. Jangan kemudian saat giliran memberi zakat, infak, sedekah diberikan ke kampung lainnya. Maka saya imbau untuk saling membantu sesama warga,” kata Eri.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di Kota Surabaya masih banyak warga yang membutuhkan zakat, infak, dan sedekah dari warga Surabaya yang lebih mampu.

Maka jika nantinya se-Surabaya itu warga sudah sejahtera semua, baru zakat, infak, dan sedekah itu diberikan oleh warga Surabaya dan dikirimkan ke luar Surabaya.

“Saya yakin jika umat Islam di Surabaya Bersatu, dan zakat, infak, sedekah dipercayakan pada satu Lembaga atau Lembaga lainnya bersatu dalam membagikannya. Ditambah dengan saat membagikan itu berdasarkan data warga miskin Kota Surabaya, maka zakat, infak, sedekah itu akan diterima oleh orang yang tepat,” pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore