
NAIK DUA KALI LIPAT: Midi (kiri), pedagang cabai di Pasar Pabean, melayani pembeli kemarin (14/2). Harga cabai rawit di Pasar Pabean naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Harga cabai rawit semakin pedas. Kenaikannya mencapai seratus persen. Di Pasar Pabean, misalnya, 1 kilogram cabai rawit dijual Rp 60 ribu. Jauh dibandingkan sebelumnya, yaitu hanya Rp 30 ribu/kg.
Kenaikan harga cabai tersebut telah terjadi selama sepekan terakhir. Gagal panen pada musim hujan menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan harga itu. Selain harganya yang tinggi, kualitas cabai menurun.
’’Kering dan cepat membusuk sehingga banyak pembeli yang mengeluh,’’ kata Midi, pedagang Pasar Pabean, Selasa (14/2).
Cabai selama ini dikirim dari Mojokerto dan Probolinggo. Para pedagang memprediksi kenaikan harga terus terjadi hingga akhir Maret. Diperkirakan, 1 kilogram cabai bisa mencapai di atas Rp 80 ribu.
Perempuan 43 tahun itu menjelaskan, kenaikan harga berdampak pada omzet penjualan. Biasanya, dalam sehari 5 kuintal cabai rawit berhasil dijual. Sekarang omzetnya turun hingga 50 persen. Para konsumen kini membeli cabai dalam jumlah kecil. Paling banyak hanya 2 kilogram.
Selain di Pasar Pabean, kenaikan harga cabai terjadi di Pasar Tambahrejo, Simokerto. Yakni, 1 kilogram cabai dijual Rp 55 ribu–Rp 60 ribu.
Kenaikan harga cabai mencemaskan pelaku usaha makanan. Yusiati, salah satunya. Meskipun harga cabai meningkat, dia tak bisa menaikkan harga makanan yang dijualnya.
Agar tidak mengalami kerugian dan mengurangi kualitas makanan, dia menyiasati dengan mencampur cabai rawit dengan cabai merah pada olahan sambal-sambalan.
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Surabaya Moch. Awaludin Arief mengatakan, selain beras dan minyak goreng subsidi kemasan, harga cabai rawit tak luput dari perhatiannya.
Apalagi, saat ini menjelang Ramadan. Harga kebutuhan pokok seperti cabai rawan naik. Untuk menstabilkan harga, kegiatan operasi pasar (OP) semakin digencarkan di setiap wilayah kecamatan.
’’Melalui OP, seluruh sembako atau kebutuhan pokok (bapok) dijual murah dibandingkan harga pasar. Yaitu, di bawah harga eceran tertinggi (HET),’’ kata Awaludin.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
