Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 18.25 WIB

Berdiri Sejak 1927, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pindahkan RPH dan Kandang Babi dari Kawasan Wisata Religi Ampel

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sidak di eks RPH Pegirian, Kecamatan Semampir. - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sidak di eks RPH Pegirian, Kecamatan Semampir.

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi inspeksi mendadak (sidak) di eks Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Kecamatan Semampir. Dia didampingi jajaran asisten, kepala perangkat daerah (PD), camat, serta lurah setempat.

Wali Kota Eri Cahyadi ingin memastikan, tempat tersebut sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat pemotongan babi. Eks RPH Pegirian tersebut dirombak, kemudian ditata ulang menjadi Sentra Wisata Kuliner (SWK) di kawasan Wisata Religi Ampel.

”Sekian tahun ya, puluhan tahun yang kita rencana-rencana memindahkan kandang babi, alhamdulillah sudah bisa kita pindahkan. Insya Allah Oktober atau September, kandang sapi juga dipindah,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri mengaku lega, karena tempat pemotongan babi yang sudah berdiri sejak 1927 itu dipindahkan dari kawasan Wisata Religi Ampel. Tujuan pemindahan RPH tersebut adalah bagian rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam melakukan penataan kawasan Wisata Religi Ampel.

Setelah bangunan cagar budaya itu diperbaiki dan dibersihkan seluruhnya, para pedagang di sekitar Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Semampir, akan dimasukkan ke SWK tersebut.

”Nanti kita masukkan, sambil kita menunggu total akan berubah pada Oktober setelah kandang sapi pindah. Ampel ini kawasannya sunan, di sini ada babinya, nah ini pertama kali (dalam sejarah dipindah) makanya kita kebut untuk memindah babi. Alhamdulillah bisa dipindahkan pada 19 Februari kemarin,” jelas Eri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menerangkan, setelah dilakukan perbaikan dan penataan eks RPH Pegirian, pemkot akan membuat gapura-gapura sebagai pintu masuk menuju ke area Wisata Religi Ampel pada Mei. Seiring penataan kawasan Wisata Religi Ampel, pemkot juga melakukan penataan di kawasan Pecinan, Eropa, dan Melayu, di sekitar Jembatan Merah.

”Ini menjadi kawasan kota tuanya Surabaya,” terang Eri.

Dia menambahkan, eks RPH Pegirian sudah mulai dilakukan pengerjaan. Setelah dilakukan pengerjaan, sekitar 400 pedagang di kawasan Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Semampir sudah bisa mulai masuk SWK eks RPH Pegirian akhir Februari.

”Jadi nanti insya Allah akhir Februari sudah bisa masuk semua ke sini. Kemudian saya langsung menata kawasan Ampel. Sudah sosialisasi dengan camat juga,” imbuh terang Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan, pengerjaan eks RPH Pegirian ditargetkan tuntas sebelum 1 Maret. Dalam waktu dua minggu, Lilik memastikan, tempat tersebut sudah bisa ditempati pedagang.

”Pelaksanaannya kita bagi-bagi beberapa segmen, tinggal kita kolaborasikan dengan teman-teman Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya. Waktu yang terbatas, Kita harus konsisten untuk pelaksanaan sampai malam,” ucap Lilik Arijanto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore