
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Maraknya kasus pelecehan atau kekerasan seksual kepada anak-anak belakangan ini, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan perhatian lebih terhadap kasus yang dapat merusak generasi penerus bangsa tersebut. Pemberian perhatian lebih tersebut juga dibarengi dengan pelaksanaan strategi-strategi penyelesaian.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan perlindungan dan pendampingan terhadap anak terus berjalan. Beberapa langkah strategis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) pun bukan hanya bertujuan menyelesaikan masalah, tetapi juga langkah preventif agar kasus kekerasan dan asusila itu tidak terjadi.
Menurut pria yang akrab dengan sebutan Cak Eri itu, langkah strategi tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Dia meminta, agar warga senantiasa membantu untuk menekan potensi adanya kasus pelecehan pada anak tersebut.
Dia juga menyampaikan, pemkot sudah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut kepada RT dan RW untuk menjaga kampung masing-masing. ”Termasuk membangun empati antar sesama. Ini pentingnya pembangunan SDM,” ujar Cak Eri.
Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Minggu (28/1), selain sosialisasi tersebut, sejumlah kebijakan untuk menguatkan peran masyarakat pun sudah berjalan. Salah satunya, melalui pembentukan sebanyak 15 kampung madani.
”Program ini mendorong partisipasi warga. Dengan kekuatan gotong-royong terbentuk, sehingga warga saling membantu sesama warga yang kesulitan,” ungkap Eri.
Selain meminta partisipasi dari masyarakat, Cak Eri pun meminta aparat pemerintah aktif turun langsung mendengar keluhan warga dan membantu untuk menyelesaikan persoalan yang ditemukan. Langkah strategi lain, pemkot diketahui telah menyediakan pusat pembelajaran keluarga (puspaga) di kecamatan.
”Program ini juga penting bertujuan membantu warga yang memiliki persoalan,” papar Eri.
Ada juga kebijakan terkait fasilitas selter dan pendampingan korban pelecehan seksual pun jadi salah satu langkah penyelesaian. Selter tersebut sudah dilengkapi konselor yang mendampingi korban selama 24 jam.
”Kita memberikan intervensi bantuan pendidikan untuk korban. Pemkot menjamin pendidikan hingga kuliah dan berhasil. Ada korban yang didampingi pemkot alhamdulillah saat ini sudah sukses,” ucap Cak Eri.
Menurut dia, kebijakannya itu dinilai cukup efektif. Dia mencontohkan dua anak yang mendapatkan pendampingan pemkot. Mereka merupakan korban kekerasan seksual. Saat ini, hidupnya menjadi lebih layak.
”Satunya mendapat beasiswa kuliah di Universitas Airlangga (Unair). Saat ini bekerja menjadi konsultan. Ada juga penyintas yang berhasil bekerja di maskapai penerbangan,” jelas Eri.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
