
Temuan tugu tapal batas berangka tahun 1123 Saka Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (ANTARA/ HO-DK4)
JawaPos.com – Baru-baru ini, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur (Jatim) mendapat laporan terkait temuan tugu tapal batas berangka tahun 1123 Saka yang lokasinya berada di Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Dilansir JawaPos.com dari Antara, pada Selasa (16/1), temuan benda bersejarah yang diperkirakan telah ada sejak era Raja Kertajaya (raja terakhir Kerajaan Kadiri, red) itu dilaporkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bersama dengan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Jatim.
Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) Imam Mubarok membenarkan pihaknya bersama Pemkab telah melaporkan temuan tersebut. "Kami telah melaporkan ini dan Kepala BPK telah menyampaikan kepada saya tim akan diterjunkan ke Desa Kayunan pada Senin (15/1)," kata Imam Mubarok, seperti yang dikutip JawaPos.com dari Antara, pada Selasa (16/1).
Pria yang akrab dengan panggilan Gus Barok itu, menjelaskan bahwa, lokasi ditemukannya tugu itu diketahui sudah sejak lama menjadi tempat penggalian liar dan pengangkutan benda-benda purbakala yang kemudian dikirimkan ke luar daerah untuk dikoleksi dan dijual.
Dengan alasan tersebut, Gus Barok menyebut pihaknya telah meminta kepada aparat terkait agar memasang garis polisi di lokasi itu. Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga situs bersejarah Kabupaten Kediri sehingga bisa dilakukan penelitian lebih lanjut oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur.
"Ini sangat berbahaya kalau ada pembiaran. Kami juga telah melapor kepada Bupati terkait upaya penyelamatan yang harus segera dilakukan. Meski tidak semua dijarah masih ada yang tersisa dan yang baru ditemukan ini harus segera diselamatkan. Salah satunya bagaimana menjadikan Desa Kayunan ini sebagai desa budaya sehingga menjadi destinasi wisata ke depannya," ujar Gus Barok, seperti yang dikutip JawaPos.com dari Antara, pada Selasa (16/1).
Rupanya, lokasi penemuan tugu tugu tapal batas berangka tahun 1123 Saka itu juga ternyata pernah dibicarakan para arkeolog Belanda sebagai tempat yang menyimpan banyak peninggalan sejarah Kerajaan Panjalu atau Kadiri.
Untuk diketahui, tugu tapal batas yang ditemukan itu berukuran tinggi 170 sentimeter dan tebal 76 sentimeter. Penemuan tugu tersebut diharapkan akan mengungkap misteri sejarah era Raja Kertajaya di Kayunan, wilayah Kerajaan Panjalu yang berkuasa dari tahun 1112-1138 Saka.
Selain tugu tapal batas itu, ditemukan juga beberapa benda purbakala lainnya seperti struktur batu bata, kaki patung dan umpak. Ketiga benda bersejarah itu ditemukan berawal dari penggalian lahan untuk tanah urug.
Sekali lagi, Gus Barok meyakini bahwa peninggalan-peninggalan itu sangat erat kaitannya dengan era Raja Kertajaya, Raja Panjalu /Kadiri terakhir yang berkuasa dari tahun 1112-1138 Saka. Oleh karenanya, pelestarian tempat ditemukannya benda-benda bersejarah itu perlu dilakukan dengan penjagaan yang ketat.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
