Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Januari 2024 | 22.35 WIB

Ricuh, Suasana saat Sosialisasi Dishub Surabaya ke Jukir di Jalan Tunjungan tentang Bayar Parkir Melalui Qris

Suasanya ricuh saat sosialisasi Dishub di Jalan Tunjungan (Sumber: AsliSurabaya) - Image

Suasanya ricuh saat sosialisasi Dishub di Jalan Tunjungan (Sumber: AsliSurabaya)

JawaPos.com – Senin (8/1) kemarin Dinas Perhubungan (Dishub) mengadakan sosialisasi kepada jukir tentang pembayaran parkir melalui Qris yang sudah ditetapkan oleh Walikota Surabaya.

Dalam video yang viral di Instagram terjadi kericuhan saat Dishub melakukan sosialisasi kepada para Jukir di Jalan Tunjungan.

Dilansir dari Instagram Asli Suroboyo, video tersebut memperlihatkan para Jukir yang terlihat tidak senang dan mengamuk.

Sebelumnya Walikota Eri Cahyadi menyatakan telah meminta Dishub untuk mengevaluasi titik-titik lokasi parkir di Surabaya.

Dilansir dari JawaPos.com harapannya pengevaluasian titik-titik lokasi tersebut dapat mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir.

Video ricuhnya suasana saat sosialisasi DIshub kepada para Jukir tersebut kini viral di sosial media.

Dalam video, salah satu anggota Dishub sempat meneriakkan kalau tujuan mereka hanya ingin membantu para Jukir, bukan untuk memiskinkan.

“Saya tidak ada niat untuk memiskinkan Jukir, saya malah membantu bapak-bapak semua,” ujar salah satu anggota Dishub.

Anggota Dishub juga menyatakan bahwa seorang yang diberikan oleh para Jukir ternyata tidak sesuai dengan seharusnya.

Menaggapi para Jukir yang ricuh, Perempuan berbaju biru mengatakan “teori yang bagaimana, setorannya saja tidak sesuai, pak,” ungkapnya.

Dalam kondisi yang cukup ricuh, untungnya ada polisi yang hadir untuk mengamankan dan berusaha mendinginkan ke dua belah pihak.

Di lain sisi, ada salah satu Jukir yang disinyalir tidak terima dengan kebijakan menggunakan Qris dan mengamuk di pinggir jalan.

Dalam amukannya, sang Jukir dihadang oleh beberapa kawan sesama Jukir untuk tidak bertindak hal yang melampaui batas.

Jukir yang mengamuk tersebut mengungkapkan amarahnya dengan menggunakan bahasa Madura sambil menunjukkan tangannya.

Video tersebut viral dan dalam waktu satu jam saja sudah mendapatkan 500 ribu penonton lebih.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore