Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 15.49 WIB

Pasutri Jadi Kurir Narkoba, Sekali Antar Dapat Bayaran Rp 100 Juta, Ditangkap di Kamar Hotel di Surabaya

BONGKAR MAFIA NARKOTIKA: Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto (dua dari kanan) memeriksa barang bukti sabu-sabu didampingi Kapolrestabes Surabaya Pasma Royce (dua dari kiri). - Image

BONGKAR MAFIA NARKOTIKA: Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto (dua dari kanan) memeriksa barang bukti sabu-sabu didampingi Kapolrestabes Surabaya Pasma Royce (dua dari kiri).

JawaPos.com – Pasangan suami istri (pasutri) bernama Tanwir, 30, dan Ria Triani, 28, diringkus jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya pada Kamis (14/12) dini hari. Mereka diduga menjadi kurir narkoba untuk jaringan Sumatera–Jawa.

Petugas juga berhasil menyita 144 kilogram sabu-sabu.

Pasutri tersebut dibekuk saat menginap di kamar 1016 Hotel Great, Jalan Diponegoro, Surabaya. Dari kamar tersebut, petugas menemukan sabu-sabu seberat 1,7 kg yang disamarkan dalam kemasan teh china. Polisi lantas menelusuri lebih dalam peran pasutri itu dalam peredaran narkoba.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce mengatakan, jajarannya berkoordinasi dengan Polres Asahan, Sumatera Utara. Berdasar hasil penelusuran, diketahui bahwa pelaku mengontrak sebuah rumah di Jalan Tawes, Asahan, Sumatera Utara.

Polisi lalu menggerebek rumah kontrakan itu pada Jumat (15/12). Di rumah tersebut, ditemukan sabu-sabu seberat 142,839 kg. Barang haram itu dibagi menjadi 132 bungkus dengan kemasan teh china.

Polisi menggelandang tersangka menuju tahanan.

’’Dua kurir itu suruhan dari seorang bandar berinisial K. Pengiriman sudah dilakukan tiga kali. Setiap pengiriman, mereka mendapatkan upah Rp 100 juta,’’ kata Pasma di Mapolrestabes Surabaya kemarin (20/12). Selain sebagai pemodal, K berperan menentukan lokasi pengiriman.

Wakasatnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Fadillah Langko Kasim Panara mengatakan, sabu-sabu itu berasal dari Tiongkok. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut. Caranya dengan disembunyikan pada kapal-kapal nelayan. Setelah kapal nelayan tiba di Kabupaten Asahan, sabu-sabu dikirim melalui jalur darat.

Untuk mengelabui petugas, pelaku memodifikasi mobilnya. Ratusan bungkus teh china berisi narkoba disembunyikan di bawah jok mobil. Ada juga yang disimpan di celah-celah pintu dan atap mobil. ’’Pelaku membuat kotak rahasia di bawah bangku mobil,’’ kata Fadil.

Pengiriman dari Kabupaten Asahan membutuhkan waktu tiga hari. Sebelum ke Surabaya, mereka mengedarkan sabu-sabu itu di Palembang. (ian/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore