Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 September 2023 | 01.52 WIB

Kasatreskrim Polres Gresik: Saksi Sebut Mata Kanan SAH ada Gangguan, Bukan karena Luka Tusuk atau Kekerasan

PEMERIKSAAN MATA: SAH bersama kedua orang tuanya di RSUD Ibnu Sina sebelum dirujuk ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk menjalani pemeriksaan MRI kemarin (20/9).


JawaPos.com
- Proses penyidikan dugaan kekerasan yang menimpa SAH masih menemui jalan buntu. Minimnya alat bukti menjadi pertimbangan jajaran Satreskrim Polres Gresik untuk mendeteksi dan mendapatkan pelaku. Terlebih, hasil keterangan dari saksi ahli menyebutkan tidak ada bukti kekerasan yang dialami korban.

Hal tersebut dikuatkan dengan keterangan saksi ahli dari RS Cahaya Giri. Tempat pertama kali korban memeriksakan kondisi matanya pasca dugaan kekerasan pada 7 Agustus lalu.

"Menjelaskan bahwa ada gangguan pengelihatan pada mata kanan. Namun bukan disebabkan luka tusuk ataupun kekerasan," terang Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Jumat (22/9).

Meski demikian, pihaknya juga sedang menunggu hasil uji labfor tentang barang bukti lainnya. Yaitu baju korban yang digunakan saat peristiwa terjadi.

"Dari keterangan pihak keluarga, ada bercak darah pada baju. Sehingga perlu melakukan uji laboratorium forensik untuk memastikan hal tersebut," ungkapnya.

Jika benar, maka hal tersebut akan mematahkan keterangan saksi-saksi lainnya. Sebab, tidak ada pihak yang melihat korban dalam kondisi luka darah pada mata kanannya. Namun sebaliknya, jika salah maka akan bertolak belakang dengan keterangan penusukan yang pertama kali disampaikan pihak keluarga.

"Kami akan tetap menunggu hasil labfor. Agar tidak menjadi asumsi dan bola liar tentang peristiwa yang sebenarnya terjadi," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan kembali mengumpulkan keterangan sari para saksi-saksi yang belum rampung. Termasuk hasil menunggu hasil tes psikologi yang menjelaskan kondisi psikis yang dialami korban.

Disinggung tentang upaya keluarga korban untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri, pihaknya menghormati hal tersebut. Bahkan, langkah itu akan membantu proses penyidikan untuk menjelaskan peristiwa yang sebenarnya terjadi.

"Karena minimnya alat bukti, kami akan terus menggali petunjuk-petunjuk yang mengarah pada peristiwa tersebut," tandasnya. (yog)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore