Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 00.56 WIB

Pemkot Surabaya Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

Warga Surabaya antusias memanfaatkan Gerakan Pangan Murah Nasional di Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS). - Image

Warga Surabaya antusias memanfaatkan Gerakan Pangan Murah Nasional di Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS).

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional, Bulog, dan stakeholder terkait, kembali menggulirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, GPM yang ketiga kalinya digelar di Kota Surabaya tersebut, berlangsung di Kantor Kecamatan Karangpilang, Rabu (13/9).

GPM bertujuan menstabilkan pasokan dan harga pangan, dibuka sejak pukul 08.00. Sebanyak 8 ton beras medium yang digelontorkan, diserbu warga. Setiap warga pun hanya diperbolehkan membeli dua sak beras dengan berat total 10 kilogram.

”Ini adalah yang ketiga kalinya kita lakukan (Gerakan Pangan Murah), berkeliling di beberapa lokasi. Dan hari ini lokasinya di Kecamatan Karangpilang,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti, di sela event Gerakan Pangan Murah, Rabu (13/9).

Antiek menjelaskan, dalam Gerakan Pangan Murah, pemkot bersama instansi terkait, menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah pasar. Sejumlah bahan pokok itu di antaranya adalah beras medium 8 ton, beras premium 0,5 ton, dan minyak goreng 500 liter.

Selain itu, GPM di Karangpilang juga menyediakan gula pasir 1 ton, daging sapi segar serta produk daging sapi olahan 200 kilogram, daging ayam ras 100-200 ekor, telur ayam ras 200-300 kilogram, dan produk daging ayam olahan sebanyak 100 pack.

Tak hanya itu, sejumlah bahan pokok lain juga tersedia dalam GPM kali ini. Di antaranya, cabai merah besar @250 gram sebanyak 190 pack, cabai rawit merah @250 gram sebanyak 500 pack, bawang merah @250 gram sebanyak 500 pack, dan bawang putih @250 gram sebanyak 400 pack.

”Untuk harganya di bawah harga pasar. Dan kita memang menyediakan untuk masyarakat (miskin) yang pendapatannya di bawah ini bisa mendapatkan (pangan murah),” ujar Antiek.

Sementara itu, Yohana Eksulistianti, warga setempat yang memanfaatkan event Gerakan Pangan Murah mengaku senang. Sebab, harga bahan pokok yang dijual melalui GPM di bawah pasaran.

”Kalau bisa sering-sering (diadakan) seperti ini mungkin bisa mengontrol harga pasar. Karena sekarang ini ada gejala naik ya, harga beras juga mulai pada naik,” kata Yohana.

Warga Griya Kebraon, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya itu menilai, dengan Gerakan Pangan Murah otomatis kebutuhan bahan pokok warga banyak ter-cover. Sehingga permintaan pasar tentu agak berkurang.

”Harapan ke depan pemerintah bisa lebih mengontrol harga pangan, yang lima bahan pokok. Sebab, (ekonomi) masyarakat sekarang masih belum (stabil), tidak seperti dulu. Jadi kalau semua naik, seperti BBM itu berat,” tutur Yohana.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore