
PERIKSA KENDARAAN: Petugas gabungan Dishub Kota Surabaya dengan Polrestabes Surabaya menggelar uji emisi kendaraan roda empat dan angkutan umum di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kemarin (23/8).
JawaPos.com - Surabaya juga terus bergerak untuk menjaga kualitas udaranya. Salah satunya, per September bakal meningkatkan intensitas uji gas buang kendaraan bermotor menjadi 8 kali sebulan, dua kali lipat dari biasanya.
Kemarin (23/8) Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya juga kembali menggelar uji emisi di Jalan Ahmad Yani yang merupakan salah satu pintu masuk ibu kota Jawa Timur itu. Selain kendaraan angkutan barang dan mobil pribadi, angkutan umum seperti Suroboyo Bus tak luput diperiksa.
Para petugas dari Dishub Surabaya mengecek kualitas gas buang dari kendaraan agar tak melebihi ambang batas karbon dioksida 70 persen yang telah ditetapkan.
"Banyak kendaraan yang kami minta untuk dilakukan uji emisi. Jika tidak lolos, mereka harus membenahi mesin kendaraannya," ujar Sub Koordinator Pengawas dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kota Surabaya Soe Priyo Utomo.
Berbeda dari biasanya, dalam kegiatan kemarin kendaraan angkutan penumpang seperti bus turut dihentikan. Tak terkecuali Suroboyo Bus. ’’Bus kota yang melayani rute Krian hingga Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) juga kami tes. Untuk dua unit Suroboyo Bus yang terjaring, setelah dicek semuanya aman,’’ katanya.
Dishub Surabaya bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya untuk penindakan kendaraan. Dari total 30 kendaraan yang dihentikan dan diuji, ada dua yang tidak lolos uji emisi. Keduanya dari luar Surabaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro juga menyebut bakal menambah alat pemantau udara portabel di beberapa jalan protokol Kota Pahlawan. Saat kualitas udara membahayakan pengendara, imbauan bakal segera dikeluarkan. Misalnya, mengenakan masker.
’’Saat ini baru ada tiga stasiun pemantauan di Surabaya. Jadi, nanti kami sosialisasikan ke masyarakat untuk tidak keluar rumah dan memakai masker di jam-jam yang kiranya angka polusi itu tinggi,’’ paparnya.
Begitu juga program Satu Jiwa Satu Pohon (Sajisapo). Hebi menyebutkan, gerakan itu akan dimulai lagi. Diharapkan, untuk setiap kelahiran anak di Surabaya, orang tua wajib menanam satu pohon. ’’Kami ingin kualitas udara Surabaya terjaga dengan baik. Apalagi, hasil pemantauan indeks standar pencemaran udara (ISPU), sepanjang 2023 ini 20 persen dalam kondisi baik dan 70 persen kondisinya sedang. Tidak ada yang buruk,’’ ucapnya. (gal/c18/ttg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
