
HOBI: Wisnu Murti menunjukkan trofi juara 1 kategori FFA yang diperolehnya dalam kompetisi off-road di Jawa Barat. (Wisnu Murti for jawa Pos)
Wisnu Murti, mahasiswa jurusan manajemen bisnis Universitas Wijaya Kusuma (UWK), sukses memboyong puluhan piala kompetisi off-road tingkat nasional. Berawal dari hobi sang ayah, kesukaan tersebut menular kepadanya.
HISYAM, Surabaya
LELAKI 21 tahun ini menyebutkan, kesenangannya terhadap olahraga off-road muncul sejak dirinya duduk di bangku kelas VI sekolah dasar. Pemicunya adalah dia sering melihat sang ayah, Supratikno, mengendarai mobil balap di arena ekstrem. Ayahnya memang seorang pembalap off-road dan sepertinya darah kesenangan sang ayah turun kepada sang anak.
Wisnu pun mulai berlatih menunggangi mobil balapan milik ayahnya. Di tangan pria 62 tahun itu, bakat dan hobi Wisnu mulai berkembang dan terbentuk. ’’Saat berlatih, Bapak memang tidak pernah bilang apa-apa. Nasihatnya hanya terus berlatih. Nanti pasti ada hasil,’’ katanya mengulang petuah sang ayah saat mengajarinya balapan.
Setelah modalnya dianggap sudah cukup, Wisnu memberanikan diri mengikuti race. Awalnya, dia mengikuti kompetisi dasar. Hasilnya, kadang juara kadang tidak. Namun, dia tidak patah arang. Hampir semua kompetisi off-road dia ikuti. Bahkan sampai luar pulau. ’’Meski demikian, sekolah tetap harus jadi prioritas. Off-road itu kan hanya hobi,’’ ucapnya.
Setelah melewati belasan kompetisi, gelar juara pun dia raih. Anak kedua dari dua bersaudara tersebut bahkan sudah tidak bisa menghitung jumlah penghargaan yang berhasil dia boyong. Baik skala regional maupun nasional. ’’Untuk tahun ini, dapat peringkat dua nasional di Sulawesi,’’ terangnya.
Dia menyatakan, sang ayah dan dirinya kerap ’’bertarung’’ dalam kompetisi yang sama. ’’Ayah dan saya ikut lomba karena hobi, bukan mau juara. Mau juara atau tidak, ya tetap ikut. Namanya juga cinta,’’ ujarnya.
Lelaki yang tinggal di Jalan Purwodadi itu menjelaskan, off-road mengajarinya kuat mental dan percaya diri dalam menghadapi segala situasi sesulit apa pun. Menurut dia, tantangan dan rintangan dalam cuaca ekstrem saat race membuatnya lebih mampu menjaga emosi dan kedewasaan. ’’Meski namanya balapan, kita harus bisa menahan diri. Tidak gampang obsesi ingin juara, lupa diri, lantas tancap gas. Kalau tidak bisa menahan diri, ya bisa fatal akhirnya,’’ tuturnya.
Hal itu pernah dialami pada 2014 saat mengikuti kompetisi di Bali. Karena dia tidak mampu tenang dan menahan emosi, mobilnya terbalik dan kepalanya terbentur tanah. ’’Terlalu ambisi. Makanya saya begitu. Pengin menang, inginnya kenceng, malah kecelakaan,’’ katanya.
Selain aktif di off-road, anak pasangan Supratikno dan Sripurwaningsi itu aktif dalam kegiatan mahasiswa kampus. Dia juga memiliki indeks prestasi yang mumpuni. Untuk off-road, dia mempunyai target bisa mengikuti kompetisi tingkat Asia. ’’Mohon doanya. Semoga Merah Putih berkibar dengan prestasi bidang olahraga yang masih asing di mata masyarakat ini,’’ harap Wisnu yang dilatih ayahnya tersebut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
