Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2023 | 18.14 WIB

Tak Mau Kejadian Aspal Jalan Pasar Kembang Meledak Lagi, PDAM Surabaya Siapkan Tiga Pencegahan

DITUTUP SENG: Kendaraan melewati proyek penggantian pipa PDAM di Jalan Pasar Kembang, Rabu (2/8). Proyek rehabilitasi pipa berlanjut pekan depan. - Image

DITUTUP SENG: Kendaraan melewati proyek penggantian pipa PDAM di Jalan Pasar Kembang, Rabu (2/8). Proyek rehabilitasi pipa berlanjut pekan depan.

JawaPos.com – Terangkatnya aspal di Jalan Pasar Kembang hingga pecah dan mengeluarkan lumpur dipicu lepasnya alat penarik pipa atau pulling head saat proses pengeboran secara horizontal atau horizontal directional drilling (HDD). Alat itu menghantam sisi atas permukaan tanah.

Manajer Pelayanan Distribusi PDAM Surya Sembada Kuswara mengatakan, setidaknya ada tiga tindakan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Pertama, lebih detail menghitung kekuatan dan aspek lain pulling head. Misal, kedalaman maksimal dan pengunci yang digunakan.

”Insya Allah di Jalan Pasar Kembang sudah aman,” ujarnya, Rabu (2/8). Kedua, menguatkan dan menyesuaikan komposisi bahan kimia saat proses pengeboran horizontal. Itu dilakukan untuk memadatkan tanah sesuai kondisi sekitar.

Pemakaian bahan kimia tetap sama, hanya proporsinya yang berbeda. ”Kami pakai bentonit yang fungsinya semacam material pengikat,” terang Kuswara.

Yang terakhir, PDAM bakal memperketat pengawasan selama proyek berlangsung. Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen PPK Rehabilitasi Jaringan Pipa PDAM Surya Sembada Louis Andilun Gatu menyampaikan, upaya lain adalah memperbanyak titik section pengerjaan.

Saat ini perhitungan tengah berlangsung. Dia memperkirakan pengerjaan rehabilitasi pipa kembali dilanjutkan pekan depan. ”Supaya penanganan semakin cepat dan mencegah kejadian serupa,” katanya.

Terpisah, pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo menjelaskan, ada beberapa wilayah di Surabaya yang struktur tanahnya berupa pasir. Namun, kekuatannya lebih baik dibandingkan sedimentasi lumpur. Dia menyarankan agar PDAM dapat memasang penahan tanah tambahan di area yang sekiranya berisiko.

”Misal kajiannya ada yang berpotensi, bisa pakai semacam bekisting atau cetakan penahan, tidak hanya cairan kimia saja,” paparnya.

Di bagian lain, Komisi C DPRD Kota Surabaya memanggil direksi PDAM, Rabu. Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Arief Wisnu Cahyono mengakui, saat pemasangan dan pergantian pipa lama ke baru, belum ada koordinasi dengan instansi terkait.

Seperti dinas sumber daya air dan bina marga serta dinas perhubungan (dishub). Karena itu terkait dengan penggunaan jalan dan saluran utilitas di bawahnya. (dho/ mar/c17/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore