
Greysia Polii pernah berpikir untuk gantung raket
JawaPos.com - Setiap orang pasti pernah mendapati dirinya berada di dalam titik terendah dalam hidup. Tekanan yang begitu hebat dari beragam faktor yang tidak kondusif kerap kali memaksa seseorang menyerah dalam menjalani profesinya, tak terkecuali atlet bulu tangkis putri Greysia Polii.
Menjadi salah satu pebulu tangkis paling tenar di Indonesia, Greysia sudah melalui banyak proses jatuh bangun. Dalam keadaannya yang terburuk, Greysia bahkan pernah mempertanyakan jalan hidup yang sudah dipilihnya.
Greysia menceritakan, ia pernah sempat berpikir gantung raket. Kurangnya apresiasi pemerintah terhadap perjuangan atlet beberapa tahun lalu menjadi salah satu alasannya.
"Sempat mikir apakah ini jalan hidup saya menjadi atlet bulu tangkis? Itu sempat bikin saya bertanya-tanya," ujarnya, Minggu (10/6).
Perjalanan Greysia di dunia bulu tangkis sendiri bukannya tanpa cacat. Tahun 2012 silam, ia pernah diganjar kartu hitam lantaran mempraktikkan match fixing alias pengaturan skor. Ajang tempat ia melakukannya pun bukan ajang main-main: Olimpiade London 2012.
Greysia dan partnernya kala itu, Meiliana Jauhari dihukum oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) bersama enam atlet lainnya dari Korea Selatan dan Tiongkok lantaran sama-sama saling berusaha kalah dalam pertandingan agar bisa mendapat undian menguntungkan di fase gugur.
Kejadian tersebut sangat membuat Greysia terpukul. Mentalnya terguncang bukan main. "Kalau kita jatuh atau menghadapi kegagalan, pasti masih terngiang-ngiang," kenangnya.
Beruntung, Greysia masih memiliki keluarga dan rekan-rekan pelatnas yang sangat suportif. Mereka kembali membantu Greysia bangkit dari keterpurukan, dan mencoba meyakinkannya bahwa bulu tangkis memang takdirnya.
Niat Greysia untuk bangkit pun tak mengecewakan. Medali emas Asian Games 2014 yang ia raih bersama Nitya Krishinda Maheswari sukses menghapus dosa besarnya di London.
Jatuh cinta pada bulu tangkis di usia 5 tahun, Greysia pun makin menyadari bahwa menjadi seorang atlet bukan cuma butuh fisik kuat, tapi juga dedikasi yang kokoh agar bisa tetap menjalani karir meski diterpa badai.
"Kalau memang terjun di olahraga dedikasinya harus tinggi. Saya berkomitmen jadi pemain bulutangkis dunia, tapi untuk sampai situ, harus punya prestasi. Dari situ, saya setiap bertanding punya target harus menang," ujar atlet berusia 30 tahun ini.
Menapaki karirnya dengan berpasangan dengan Heni Budiman di Kejurnas tahun 2003, hingga kini berduet dengan Apriyani Rahayu, perjalanan Greysia belum selesai. Walau beberapa kali mengisyaratkan akan pensiun, performanya tidak pernah setengah-setengah. Hingga saat ini Greysia terbukti masih bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Greysia meyakini bahwa tekad yang kuat pasti akan menghasilkan buah yang terbaik. "Karena setelah berhasil meraih medali emas, historinya tidak akan pernah hilang," tutupnya. (ISA)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022