Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 23.31 WIB

Israel Apresiasi Keputusan IOC Larang Indonesia Jadi Tuan Rumah, Menpora Tegaskan Komitmen Bangsa

IOC menyesalkan penolakan visa atlet Israel oleh pemerintah Indonesia sehingga tak bisa ikut serta dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. (Dok: Olympics) - Image

IOC menyesalkan penolakan visa atlet Israel oleh pemerintah Indonesia sehingga tak bisa ikut serta dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. (Dok: Olympics)

JawaPos.com - Presiden Komite Olimpiade Israel, Yael Arad, merespons langkah Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang membuat keputusan berupa rekomendasi kepada federasi internasional untuk tak menggelar sebuah ajang di Indonesia. Israel merasa langkah tersebut sebagai sinyal keadilan akan menang.

IOC melalui rilis terbarunya menyampaikan bahwa mereka mengecam tindakan pemerintah Indonesia yang menolak visa para atlet Israel untuk berlaga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. IOC menilai ajang olahraga internasional tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun oleh negara tuan rumah, sesuai dengan Piagam Olimpiade dan prinsip-prinsip dasar non-diskriminasi, otonomi, dan netralitas politik yang mengatur Gerakan Olimpiade.

Selain itu dalam rapat Dewan Eksekutif IOC, memutuskan ada empat hal yang sifatnya rekomendasi. Salah satunya adalah meminta agar federasi internasional tiap cabor untuk tidak memberikan kesempatan kepada Indonesia sebagai tuan rumah.

IOC juga menutup kans Indonesia untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga tingkat internasional dan dunia seperti Olympic Youth Games hingga Olimpiade. Hal itu berlaku hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai kepada IOC bahwa mereka akan mengizinkan akses ke Indonesia bagi semua peserta, tanpa memandang kewarganegaraan.

Yael Arad selaku Presiden Komite Olimpiade Israel, menyambut baik langkah IOC. Ia menilai memang sudah sepantasnya Indonesia menerima hal ini.

"Tindakan tegas ini mengirimkan pesan yang jelas terhadap perilaku tercela Indonesia," kata Arad dipetik dari The Jerusalem Post, Kamis (23/10).

"Olahraga global dibangun di atas aturan, nilai-nilai, dan komitmen mutlak terhadap kesetaraan dan fair play," tambahnya.

Atlet Israel, kata Yael Arad, tak akan mundur dari perjuangan untuk berada di panggung terbesar dunia. Ia pun berterima kasih kepada Kirsty Coventry selaku Presiden IOC karena dianggap sudah melawan upaya-upaya politisasi olahraga.

"Atlet Israel akan terus berdiri dengan bangga di panggung-panggung terbesar dunia, menunjukkan keunggulan dan integritas," tuturnya.

"Sikapnya (Kirsty) yang jelas dan berprinsip dalam membela keadilan dan kesopanan dasar memperkuat fondasi olahraga internasional," tambah Yael.

Lebih lanjut Yael Arad mengungkapkan harapannya agar sikap tegas IOC akan menjadi preseden untuk kasus-kasus di masa mendatang. Dia pun memuji kembalinya pertandingan bola basket internasional baru-baru ini ke Israel.

"Ini tanda positif bahwa keadilan dan akal sehat akan menang," katanya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sendiri sudah mengambil sikap terkait keputusan IOC. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang teguh pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Kami di Kemenpora, sebagai wakil Pemerintah Indonesia, berpegang pada prinsip untuk menjaga keamanan, ketertiban umum dan kepentingan publik dalam setiap penyelenggaraan event internasional," ucap Menpora Erick dalam keterangan resminya, Kamis (23/10).

"Langkah ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Prinsip ini juga berdasarkan UUD 1945 yang menghormati keamanan dan ketertiban umum dan juga kewajiban Pemerintah Negara Indonesia untuk melaksanakan ketertiban dunia," Imbuhnya.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore