Pelatih ganda putri utama Pelatnas PBSI, Karel Mainaky. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perombakan pasangan besar-besaran dilakukan oleh pelatih ganda putri utama Pelatnas PBSI, Karel Mainaky. Ada empat duet yang diubah dan dipasangkan kembali, salah satunya Apriyani Rahayu yang rujuk dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Indonesia saat ini punya empat ganda putri andalan di tur internasional. Mereka adalah Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari dan Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum.
Namun keempat pasangan itu dirombak total oleh sang pelatih. Karel memutuskan untuk membuat tiga racikan baru dan memasangkan kembali duet yang sempat berpisah.
Yakni Apriyani Rahayu yang dipasangkan lagi dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka terakhir berduet pada Maret 2025 di Orleans Masters 2025 dan All England 2025.
Sementara tiga pasangan lainnya adalah kombinasi baru. Yaitu Amallia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Karel Mainaky mengungkapkan, empat pasangan itu rencananya akan didaftarkan di dua turnamen bulan September, yaitu Hong Kong Open Super 500 dan China Masters Super 750.
"Awalnya perubahan ini didasari hasil selama ini untuk menembus top elit yang cukup sulit. Sejak saya datang bulan April, melihat dari beberapa pertandingan saya mulai mempelajari per individu sepertinya akan lebih hidup bila ada tukar pasangan," kata Karel dalam keterangan resmi PBSI, Jumat (1/8).
"Dengan pasangan baru ini, saya berpikir untuk masuk ke level elit dunia cukup besar kesempatannya," tambahnya.
Anak bungsu dari klan Mainaky itu menyampaikan bahwa selain dari kualitas individu, saat dipasangkan saat latihan, mereka juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Karel sudah mempertimbangkan itu dengan matang-matang.
"Setelah Piala Sudirman dan rangkaian turnamen hingga Indonesia Open, akhirnya saya tetapkan hati saya untuk merombak pasangan-pasangan ini. Lalu sebelum tur Asia kemarin, saya sudah mencoba di latihan dan terlihat mereka ada kemajuan," terangnya.
"Ambil contoh ketika pasangan lama melawan ganda putri pratama dengan sistem voor beberapa poin, mereka kebanyakan kalah, tidak bisa mengejar. Tapi setelah dipasangkan dengan baru, pola permainannya bisa berubah dan bisa menang. Mungkin juga ini ada semangat yang baru. Mereka pun siap dengan petualangan baru ini," jelas Karel menambahkan.
Lebih lanjut Karel Mainaky berharap bahwa dengan perubahan ini bisa membawa angin segar untuk ganda putri Indonesia. Dia ingin sisa tahun 2025 ada perkembangan signifikan dan menghasilkan pasangan yang terbaik di level elite dunia.
"Di sisa tahun ini pastinya saya ingin melihat empat pasangan ini ketika diturunkan bisa meraih poin sebanyak-banyaknya jadi tahun depan sudah bisa langsung ikut turnamen level atas," tutup Karel.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
