
Tampil perkasa, Anthony Susanto dan Nathan Barki Raih Kemenangan Kedua di Amman Men
JawaPos.com - Performa impresif kembali ditunjukkan oleh dua petenis Indonesia Anthony Susanto dan Nathan Barki dengan meraih kemenangan kedua kalinya pada ajang Amman Men's World Tennis Championship seri pertama.
Pada laga yang di gelar di lapangan A, Nusa Dua Bali, kedua pemain tuan rumah tersebut mencatat kemenangan cepat dari 8 laga hari ini, di karenakan lawan-lawannya tak mampu melanjutkan pertandingan akibat cidera serta dehidrasi.
Namun mundurnya lawan-lawan yang dihadapi Anthony maupun Nathan, juga tidak lepas dari strategi permainan, mental bertanding serta fisik yang prima yang menjadi modal kedua pemain merah putih ini, seusai mengikuti serangkaian turnamen baik perorangan maupun beregu di luar negri.
Kemenangan pertama yang di persembahkan bagi tuan rumah di
ajang Amman Men's World Tennis seri pertama yang bertajuk UTT Pro Tennis Tour, di awali oleh Anthony Susanto yang berada di Grup B, saat ditantang Dominique Rolland dari Amerika Serikat.
Setelah kemaren membukukan kemenangan straight set dari Azuma Visaya, petenis berusia 28 tahun ini diawal laga sempat tertekan oleh agresifitas Dominique Rolland lewat servis keras maupun cegatan volinya yang membuatnya langsung unggul 3-1.
Namun dengan dengan ketenangan serta kerja keras dalam upayanya untuk meredam serangan lawan, Anthony mencoba memperlambat tempo dan mengembangkan strategi bermain rali-rali panjang.
Taktik ini begitu efektif, membuat petenis Amerika Serikat ini terkuras tenaganya dan banyak membuat kesalahan sendiri, sehingga defisit 2 poin mampu dikejar, bahkan di lampaui Anthony Susanto untuk balik unggul 5-4.
Panasnya cuaca dan mulai terkurasnya stamina Dominique Rolland, setelah sempat mendapat perawatan medis, akhirnya petenis Amerika Serikat ini memutuskan menyerah dan tidak melanjutkan pertandingan di menit ke 54.
Dalam keterangannya Anthony Susanto mengungkapkan bahwa Meskipun kemenangan keduanya diperoleh akibat lawannya mundur, namun sebenarnya Anton pun juga merasa tertekan terutama di awal-awal laga.
Cuaca panas dan juga kebugaran fisik yang dirasakan masih belum fit 100 persen, mampu di tutupi dengan bermain tenang dan strategi yang tepat, yang akhirnya membuat lawannya banyak melakukan kesalahan dan runtuh kepercayaan diri.
Selanjutnya untuk laga ketiga yang akan di lakoni oleh Anthony Susanto di grup B pada turnamen yang berhadiah total 20 ribu dollar Amerika ini adalah Tomas Quesada Perez dari Amerika Serikat.
Kemenangan lainnya juga berhasil di torehkan oleh petenis Indonesia adalah melalui Nathan Barki, kala bertemu wakil dari Australia Elijah Cham.
Kejadian nyaris sama seperti halnya Anthony Susanto juga dialami oleh pemain berusia 21 tahun ini, dimana lawannya dari negri kanguru ini juga tak mampu melanjutkan pertandingan.
Mangawali laga dengan penuh kepercayaan diri, Nathan sejak game awal bermain trengginas untuk memborbardir pertahanan lawannya, lewat senjata forehandnya yang mematikan.
Sebaliknya Elijah Cham yang kemaren menelan kekalahan dari Raymond Sarimiento, seolah tak mampu keluar dari tekanan andalan tuan rumah tersebut, shingga terus tertinggal dalam perolehan poin, dan menyerah 1-6 di set pertama dalam tempo 43 menit.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
