Timnas street soccer Indonesia akan mengikuti Homeless World Cup 2024 di Korea Selatan, 21-28 September. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Timnas street soccer Indonesia siap berlaga di turnamen sepak bola internasional Homeless World Cup 2024 di Seoul, Korea Selatan pada 21-28 September. Pasukan Merah Putih menatap kejuaraan itu dengan penuh optimistis demi mencapai target lebih baik dari edisi sebelumnya.
Homeless World Cup 2024 memang bukan edisi pertama yang diikuti oleh Indonesia. Melalui Rumah Cemara, Indonesia sudah mengikutinya sejak 2011. Nah pada tahun ini, Timnas Street Soccer Indonesia memiliki persiapan lebih matang.
Direktur Eksekutif Rumah Cemara, Raditya selaku national organizer Homeless World Cup (HWC) 2024 mengatakan, persiapan timnas kali ini dilakukan selama empat bulan secara intensif. Ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, Raditya memasang target Timnas Street Soccer Indonesia bisa mencapai hasil lebih baik dari edisi tahun lalu, di mana Merah Putih berada di urutan kesembilan. "Jadi memang kami sudah memiliki peta negara mana saja yang cukup kuat," katanya di Kemenpora RI.
"Kami setiap tahun perbaiki proses pelatihannya, yang kami lakukan 4 bulan intensif, dan sebelumnya kita paling hanya punya waktu dua bulan, tahun ini kita 4 bulan intensif dan satu bulan ini pemain dikumpulkan di dalam satu tempat, insyaalah kami bisa meraih peringkat lebih baik," tambah Raditya.
Selain itu, proses seleksi pemain Timnas Street Indonesia sudah dikakukan lebih awal, tepatnya sejak tahun lalu. Sementara pada edisi-edisi yang sudah lewat, seleksi baru dilakukan mendekati kejuaraan.
Aulia Rahman selaku pelatih Timnas Street Soccer Indonesia mengatakan, pembentukan tim kali ini tidak sembarangan. Tapi dibentuk berdasarkan usaha dan kerja keras pemain, jadi bukan hanya teknik di lapangan saja.
Selain itu, para pemain juga telah melewati sesi interview untuk mengetahui motivasi dan keinginan setiap pemain. "Karena background mereka bukan 100 persen atlet dan harus dibentuk sebagai atlet. Jadi untuk mewakili negara tentu saja kita punya harapan dan prestasi," katanya.
"Itu tugas saya dan staf untuk mendorong mereka untuk kerja bagaimana bisa membuat orang disekitarnya bangga. Selama 4 bulan ini anak-anak juga sudah bekerja keras, entah itu secara fisik, taktik, mental," jelas Aulia.
Timnas street soccer Indonesia untuk Homeless World Cup (HWC) 2024 berkekuatan total 12 orang, yang terdiri dari delapan pemain, manager, pelatih kepala, asisten pelatih dan media. Mereka telah dilepas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Kamis (19/9) siang, sebelum bertolak ke Korea Selatan, pada malam harinya.
Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Peningkatan Prestasi dan Pengembangan Industri Olahraga, Ardima Rama Putra berharap timnas street soccer Indonesia bisa tampil maksimal dan bersaing dengan 39 negara peserta lain di Homeless World Cup 2024.
"Kami dari pemerintah selalu mendukung tim street soccer Indonesia untuk keberangkatan Timnas ini dalam mencapai prestasi lebih baik dari tahun lalu di Amerika," kata Dima.
"Tahun ini di Seoul semoga bisa berangkat dengan sehat dan kembali dengan sehat. Bonusnya mendapat prestasi," tambahnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
