
LEGENDA: Perjuangan keras Ellyas Pical menjadi salah satu poin penting yang bisa diambil generasi terkini untuk mewujudkan cita-citanya. (Photo by Boxing Bob Newman)
JawaPos.com — Hari ini, 24 Maret 2024, kita memperingati ulang tahun ke-64 salah satu ikon tinju Indonesia, Ellyas Pical. Nama yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah olahraga tinju Indonesia, Ellyas Pical bukanlah hanya seorang juara tinju, tapi juga sosok yang memiliki perjalanan hidup penuh warna, dari pencarian mutiara di dasar laut hingga gemerlap dunia tinju internasional.
Lahir di Ullath, Saparua Timur, Maluku Tengah, pada 24 Maret 1960, Ellyas Pical tumbuh dalam lingkungan yang keras namun penuh semangat. Sejak kecil, Elly sudah terbiasa dengan kesulitan hidup, bahkan telah terjun ke dunia kerja sebagai pencari mutiara alami. Proses pencarian mutiara ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya, meskipun dengan konsekuensi gangguan pendengaran yang dia alami akibat seringnya menyelam tanpa alat bantu.
Namun, di balik kegiatan mencari mutiara itu, terpendam hasrat dan minat yang kuat terhadap olahraga tinju. Sejak usia 13 tahun, Ellyas Pical sudah mulai tertarik dengan dunia tinju. Dia kerap menonton pertandingan tinju di televisi, terutama pertarungan-pertarungan besar yang melibatkan idolanya, Muhammad Ali. Dari situlah, api semangat dan tekad Ellyas Pical untuk menjadi seorang petinju terus berkobar.
Namun, takdir tidak selalu berpihak. Di tengah perjalanan menuju mimpinya, Ellyas Pical dihadang oleh rintangan yang mungkin bagi sebagian orang sulit diatasi: penolakan dari orang tua. Orang tua Ellyas Pical tidak memberikan restu untuknya menjadi seorang petinju. Namun, semangatnya tidak padam begitu saja. Meskipun tidak mendapat dukungan orang tua, Ellyas Pical tetap berlatih secara sembunyi-sembunyi, mengejar impian yang telah membara dalam dirinya.
Perjalanan karier Ellyas Pical tidaklah mulus. Dia harus melalui berbagai tantangan dan ujian, baik di dalam maupun di luar ring. Namun, kegigihan dan ketekunan Ellyas Pical tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari kompetisi-kompetisi kecil hingga ke level internasional, Ellyas Pical terus menunjukkan kemampuan dan bakatnya sebagai seorang petinju yang tangguh.
Karier profesionalnya dimulai pada 1983, ketika dia masuk ke dalam dunia tinju profesional di kelas Bantam Junior. Prestasinya mulai bersinar ketika dia berhasil menjuarai turnamen OPBF setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Chung Hi-yung, dalam pertarungan sengit 12 ronde pada 1984. Kesuksesan itu menjadi awal dari perjalanan gemilang Ellyas Pical di dunia tinju internasional.
Periode 1985 menjadi tahun yang penting dalam karier Ellyas Pical. Pada tahun itu, dia berhasil merebut gelar juara IBF di kelas Bantam Junior setelah mengalahkan petinju Korea, Chun Ju-do, dalam pertarungan yang diselenggarakan di Jakarta. Kemenangan ini tidak hanya menjadi bukti akan kemampuan tinju Ellyas Pical, tapi juga menandai kebangkitan tinju Indonesia di kancah internasional.
Namun, seperti halnya dalam kehidupan, ada kalanya Ellyas Pical harus merasakan pahitnya kekalahan. Pada 25 Agustus 1985, Ellyas Pical harus mengakui keunggulan petinju Republik Dominika, Cesar Polanco, dalam pertarungan yang berlangsung di Jakarta. Namun, kekalahan itu tidak membuatnya patah semangat. Ellyas Pical bangkit dan berhasil membalas kekalahannya atas Polanco dengan mengalahkannya secara spektakuler dalam pertarungan kedua yang berlangsung pada 5 Juli 1986.
Selama karier tinjunya, Ellyas Pical dikenal dengan julukan ‘The Exocet’, yang diambil dari rudal milik Prancis yang digunakan Argentina dalam Perang Malvinas. Julukan itu menggambarkan kecepatan dan kekuatan pukulan Hook dan Uppercut kirinya yang mematikan. Popularitasnya di kalangan pencinta tinju semakin meroket, menjadi inspirasi bagi banyak pemuda Indonesia yang bermimpi meraih prestasi di kancah internasional.
Namun, di balik gemerlapnya dunia tinju, terdapat sisi gelap yang mengintai Ellyas Pical. Setelah pensiun dari dunia tinju, dia terlibat dalam masalah yang mengguncang publik. Pada 2005, Ellyas Pical ditangkap karena terlibat dalam transaksi narkoba. Penangkapannya memicu sorotan tajam dari masyarakat, yang merasa prihatin melihat nasib seorang atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa terjerat dalam kasus yang memalukan.
Setelah menjalani masa penahanan selama 7 bulan, Ellyas Pical akhirnya dibebaskan. Namun, perjalanan hidupnya tidak berhenti begitu saja. Setelah keluar dari penjara, Ellyas Pical mencoba memulai lembaran baru dalam hidupnya. Dia bekerja sebagai asisten ketua di KONI Pusat, menunjukkan bahwa meskipun telah tersandung dalam masalah, dia tetap memiliki semangat untuk berbuat yang terbaik bagi dunia olahraga Indonesia.
Perjalanan hidup Ellyas Pical adalah bukti nyata bahwa hidup tidak selalu mulus seperti yang kita harapkan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit setiap kali kita jatuh. Dari seorang pencari mutiara hingga menjadi juara tinju dunia, Ellyas Pical adalah contoh nyata dari kegigihan, ketekunan, dan semangat juang yang tidak pernah padam. Di ulang tahunnya yang ke-64 ini, mari kita kenang perjalanan hidupnya dan terus menginspirasi generasi-generasi mendatang untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar impian yang mereka idamkan.
Ellyas Pical adalah sosok yang mencerminkan semangat juang sejati. Dari masa kecilnya yang keras di tengah tantangan mencari mutiara di dasar laut, hingga gemerlapnya sorotan dunia tinju internasional, Ellyas Pical telah menorehkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah olahraga Indonesia.
Namun, perjalanan Ellyas Pical tidaklah tanpa liku-liku. Di awal kariernya, dia harus menghadapi penolakan dari orang tua, yang tidak mengizinkannya untuk mengejar impian menjadi seorang petinju. Namun, semangatnya yang membara tidak terpadamkan begitu saja oleh penolakan tersebut. Meskipun tidak mendapat restu, Ellyas Pical tetap melangkah maju dengan tekad yang bulat.
Kisah perjuangan Ellyas Pical menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dia menunjukkan bahwa ketekunan dan kegigihan adalah kunci untuk meraih impian, bahkan di tengah badai penolakan dan kesulitan. Melalui dedikasi dan kerja kerasnya, Ellyas Pical berhasil membuktikan bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan jika kita bersedia berjuang untuk meraihnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
