
Pemain BPJ ketika menghadapi Bumi Borneo di pentas IBL 2023.
JawaPos.com – Kasus tunggakan gaji pemain Bima Perkasa Jogja (BPJ) mulai menunjukkan titik terang. Indonesia Basketball League (IBL) selaku operator kompetisi ikut turun tangan. IBL akan memberikan pendampingan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyatakan, pihaknya telah memanggil manajemen BPJ untuk membahas masalah hak yang belum diterima para pemain. Pemanggilan dan pertemuan antara IBL dan Edy Prabowo selaku pemilik BPJ itu berlangsung pada Senin (7/8) lalu.
Dalam pertemuan itu, BPJ disebut Junas telah menunjukkan iktikad baik. Meski tidak menjelaskan secara terperinci soal isi pertemuan, Junas menyatakan bahwa klub yang bersangkutan sudah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah itu dalam waktu dekat.
’’Owner klub (BPJ, Edy Prabowo) akan kumpulkan seluruh pemain dan ofisial untuk sepakati penyelesaian,’’ tutur Junas kepada Jawa Pos melalui pesan singkat kemarin (8/8).
IBL, lanjut Junas, nanti terlibat dalam pertemuan itu. Namun, status dan peran IBL tidak besar. Mereka hanya sebagai pendamping. ’’Rabu malam, pertemuan klub dengan pemain akan turut didampingi oleh IBL,’’ ucapnya.
Junas menyatakan, pertemuan dua hari lalu dan malam nanti bukanlah langkah pertama yang diambil IBL. Pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan BPJ maupun para pemain yang gajinya tersendat.
Menurut dia, ranah IBL untuk terlibat dalam masalah hanya sebatas komunikasi. ’’Karena yang namanya perjanjian, ya antarpihak satu dan dua. IBL bukan pihak. Nah, misalnya ada wanprestasi di kontrak itu, kalau perjanjian macet, baru kami masuk,’’ jelasnya.
Junas menegaskan bahwa IBL baru bisa melakukan intervensi jika kedua belah pihak tidak bisa menyelesaikan masalah secara musyawarah mufakat. ’’Kalau itu (musyawarah) sudah dilakuin, tapi tidak ada tindak lanjut, baru kami masuk,’’ kata dia.
Sementara itu, PP Perbasi selaku federasi juga belum mengambil sikap. Perbasi sampai saat ini masih memberikan kesempatan kepada IBL terlebih dahulu untuk menyelesaikan polemik itu. Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih pun berharap agar masalah itu cepat tuntas.
Paling lambat sebelum kompetisi IBL 2024. ’’Kalau enggak, klub itu jangan ikut. IBL mulai, harus selesai. Kalau dia enggak (sampai) selesai, berarti dia tidak standar masuk IBL lagi,’’ tegas Danny.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
