
JORGE GUERRERO/AFP SEMOGA TERLAKSANA: Pembalap Repsol Honda Marc Marquez memimpin lomba pada MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, musim lalu (5/5/2019).
JawaPos.com – Finis di posisi keenam pada GP Qatar Minggu (6/3) lalu belum cukup membuat pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir puas.
Juara dunia 2020 itu malah mengeluhkan performa motor tunggangannya. Padahal, performa mesin anyar Suzuki begitu menjanjikan.
Pada sesi latihan bebas GP Qatar, Suzuki memimpin di urusan top speed. Pada hari balapan, rata-rata top speed yang dibuat Mir dengan mesin baru GSX-RR juga menduduki posisi puncak.
Kecepatannya mencapai 357,6 km/jam. Raihan itu mengungguli mesin Ducati 2021 yang dipakai Enea Bastianini yang menduduki posisi kedua dengan 355,2 km/jam.
Performa mesin Suzuki itu sekaligus membantah stigma power mesin inline 4. Mesin tersebut dianggap selalu inferior di hadapan mesin V4 milik Ducati untuk urusan power.
Mir mengaku tidak bisa menggeber motor dengan maksimal sejak 15 lap terakhir. Penyebabnya, dia mulai kehilangan cengkeraman ban belakang.
Pembalap 24 tahun tersebut mengaku saat itu kebingungan karena sebelumnya sangat jarang terjadi terhadap motor Suzuki.
”Biasanya kami sangat baik di area tersebut (manajemen ban). Dan aku juga selalu memberi perhatian besar kepada area itu,” ucap Mir kepada Motorsport.
Tapi, pembalap yang menjuarai musim 2020 dengan hanya mengantongi satu kemenangan itu tidak percaya bahwa masalah datang akibat mesin baru Suzuki yang lebih powerful.
Dugaannya, masalah muncul karena setup, sistem elektronik, atau geometri motor. ”Karena itu, kami butuh mempelajarinya lagi. Karena sampai saat ini masalah itu masih sulit dipahami,” ujarnya.
Rekan setim Mir, Alex Rins, juga tidak lepas dari masalah. Rins finis di posisi ketujuh. Jika Mir bermasalah dengan ban belakang, Rins malah kurang nyaman dengan ban depannya yang menggunakan tipe soft. ”Aku mendapat banyak kesulitan dari ban depan,” keluh Rins.
Terlepas dari itu, Mir optimistis performa Suzuki jauh lebih baik di balapan selanjutnya. Dia bahkan yakin Suzuki punya potensi lebih besar ketimbang hanya menargetkan mampu bersaing di posisi lima besar. ”Aku sama sekali tidak khawatir. Aku masih yakin kami membaik,” ucap Mir.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
