
Indonesia
JawaPos.com- Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviati meraih gelar Super 1000 pertama dalam karier mereka dengan menjadi kampiun All England Open 2020.
Di final, mereka mengalahkan ganda nomor tiga dunia asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dalam rubber game, 21-15, 17-21, 21-8.
Performa Praveen/Melati di game ketiga, sangat luar biasa. Kombinasi Praveen di belakang dan Melati di depan, sungguh sangat mengerikan.
Selain di final, performa puncak ganda campuran yang akan naik ke ranking empat dunia itu terjadi pada perempat final. Yakni ketika mereka mengalahkan ganda nomor dua dunia asal Tiongkok Wang Yilyu/Huang Dongping.
Praveen/Melati menjalani kebangkitan epik pada game kedua pertandingan itu. Dari yang awalnya tertinggal delapan angka, 10-18, Praveen/Melati bangkit dengan mencetak sembilan angka beruntun, merebut game kedua, dan akhirnya memenangkan laga.
Kepada wartawan JawaPos.com Gugun Gumilar, pelatih kepala ganda campuran Richard Mainaky mengatakan bahwa keberhasilan Praveen/Melati itu adalah hasil latihan yang sangat keras.
Praveen/Melati bermain sangat baik di final All England 2020. Terutama di game ketiga. Bagaimana Anda melihatnya?
Selama turnamen, mereka tampil penuh dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi. Selain itu, mereka juga sudah bisa mengantisipasi pola-pola permainan dari lawan.
Di final, Melati terlihat sangat meningkat. Dia gesit dan sangat taktis di depan. Faktor apa yang membuat Melati berkembang?
Melati tambah matang, tenang, dan nggak terburu-buru ingin mematikan lawan. Saat ada kesempatan, baru dia matikan lawan. Ditambah lagi, kepercayaan diri dia sudah sangat baik.
Waktu di perempat final, Praveen/Melati bangkit luar biasa melawan Wang Yilyu/Huang Dongping. Mereka bisa mencetak sembilan poin beruntun di game kedua dan akhirnya menang. Mengapa mental mereka sekuat itu?
Saya sangat yakin dengan (kemampuan) mereka. Selama ini, persiapan mereka bagus dan maksimal. Jika keyakinan sudah tumbuh, hasilnya pun akan maksimal. Intinya, mereka pantang menyerah walaupun tertinggal poin cukup jauh.
Ini adalah gelar ketiga Praveen/Melati di Eropa setelah Prancis dan Denmark. Mengapa kok kesannya cocok sekali bermain di Eropa?
Saya tidak mempermasalahkan apakah mereka cocok di Eropa atau Asia. Yang penting dan paling utama adalah persiapan yang baik dan maksimal. Pasti main di mana saja akan baik hasilnya. Saya tidak pernah menekankan mereka harus tampil bagus di Eropa atau Asia. Yang penting setiap pertandingan mereka main konsisten. Itu saja.
Latihan model apa yang dilakukan Praveen/Melati sehingga permainan mereka sangat meningkat?
Selama ini, saya dan asisten (Nova Widianto) selalu melakukan evaluasi setelah turnamen. Seperti latihan individu mereka setiap hari. Jika teknik dirasa kurang baik, akan terus kami genjot.
Sebelum ini, Praveen/Melati terkesan tidak konsisten. Bisa menang lawan ganda nomor 1, 2, dan 3 dunia, namun bisa juga kandas melawan ganda yang rankingnya berada di bawah. Mengapa bisa terjadi?
Menurut saya, kejadian itu adalah hal biasa dan dialami pemain-pemain unggulan. Jadi bukan cuma PraMel saja. Contoh, pasangan nomor 1 dunia dari Tiongkok juga pernah mengalami hal yang sama. Kalah di babak-babak awal dengan pasangan non-unggulan. Jadi hal seperti itu tidak terlalu dipermasalahkan. Tapi tetap akan saya evaluasi. Terutama dari segi teknik maupun kecepatan mereka dalam mengantisipasi bola lawan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
