
Photo
JawaPos.com-Greysia Polii/Apriyani Rahayu mencatat sejarah baru. Untuk kali pertama, pasangan peringkat kedelapan dunia itu bisa meraih juara di rumah sendiri, Istora Senayan.
Pada Indonesia Masters 2018, mereka sudah begitu dekat dengan gelar. Sayang, mereka dijegal Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Pada edisi tahun lalu, Greysia/Apriyani malah terhenti di semifinal.
Kemarin Greysia/Apriyani mendobrak tuah Istora dengan sangat dramatis. Mengalahkan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, pasangan Denmark yang sejatinya levelnya jauh di bawah mereka. Peringkat ke-30. Tapi luar biasa kuat. Greysia/Apriyani harus bertempur habis-habisan selama 80 menit sebelum akhirnya menang 18-21, 21-11, 23-21.
’’Jujur kami lelah sekali. Pusing, kepala berkunang-kunang. Kami dari awal tidak memikirkan hasil akhir. Kami hanya ingin memperbaiki performa kami,’’ tutur Greysia setelah laga.
Apriyani menimpali, dirinya dan Greysia sama sekali tidak menyangka bisa juara. ’’Saya berkaca tahun lalu kami terpuruk. Gimana caranya kami keluar dari masalah. Kami mau juara, mau maju. Di rumah sendiri, di Indonesia, kami bisa menunjukkan performa terbaik,’’ tuturnya dengan suara bergetar.
Apri, yang selalu tampak tangguh, meneteskan air mata saat konferensi pers. Melanjutkan tangisnya yang sudah pecah di podium.
Ganda putri terbaik Indonesia itu memang mengalami penurunan performa sejak pertengahan tahun lalu. Gelar juara terakhir yang mereka dapat adalah India Open pada Maret 2019. Peringkat mereka merosot, dari yang pernah nomor 3 dunia menjadi 8.
Namun, kemarin Greysia/Apriyani tampil sangat berbeda. Tepatnya mulai game kedua. Mereka bergeming menghadapi serangan-serangan tajam Fruergaard/Thygesen. Mode bertahan superrapat yang diterapkan sulit ditembus.
Sampai akhirnya lawan lelah dan membuat kesalahan sendiri. Apri kembali menjadi bintang. Saat Greysia membuat error, pemain 21 tahun itulah yang mengcover lapangan.
Misalnya, saat game ketiga. Mereka sempat unggul 17-14 sebelum pasangan Denmark mengejar. Fruergaard/Thygesen bahkan sudah mencapai championship point. Dua kali pula. Ngeri. Eh, Apri mampu bermain tenang hingga berkali-kali drive dan smes dia menjadi penyelamat.
’’Saya sangat bangga sama Apri. Dia mau terus ditekan, didorong biar keluar emasnya, potensi paling dalam kita asah terus,’’ jelas Greysia. ’’Kami memuji Denmark bisa main bagus. Tadi mereka main enjoy walaupun dengan sorakan Istora. Jadi, itu yang kami coba ambil positif di lapangan. Nothing to lose,’’ lanjut pemain 32 tahun tersebut.
Fruergaard/Thygesen memuji penampilan solid Greysia/Apriyani. ’’Tentu kami sangat kecewa. Sempat match point di game ketiga, tapi tidak bisa menang,’’ ucap Thygesen.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
