Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2020 | 02.40 WIB

Susy Puji Keberhasilan Ganda Tanpa Ranking Dunia Bisa Tembus Semifinal

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – PBSI Home Tournament sektor ganda putri sepanjang tengah pekan lalu (15‒17/7) menyajikan hasil yang menarik. Juaranya adalah Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto yang berusia 19 dan 20 tahun.

Namun, selain pasangan peringkat ke-32 dunia itu, masih banyak penampilan pemain junior yang mengejutkan sekaligus menggembirakan.

Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti mengatakan, hasil yang dicatatkan anak-anak muda itu melebihi target. ’’Mereka tampil cukup baik. Bahkan ada yang bisa sampai semifinal. Ini merupakan suatu hal yang bagus untuk masa depan ganda putri,’’ papar peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Yang dimaksud Susy adalah pasangan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari. Pasangan yang belum memiliki peringkat BWF itu menembus empat besar. Di perempat final, mereka mengalahkan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah, unggulan kedua sekaligus perempat finalis Kejuaraan Dunia Junior 2019.

Susy mengakui bahwa pemain putri memang tidak terlalu memiliki bibit muda yang banyak. Namun, dia optimistis bisa menemukannya. Selain Fadia/Ribka yang sudah dipastikan naik kelas menjadi ganda kedua di bawah Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dia menemukan banyak calon bintang di Home Tournament lalu.

Bukan hanya Jesita/Lanny yang sama-sama berusia 18 tahun itu. Febby Valencia Dwijayanti yang mendampingi Greysia juga tampil sangat bagus. Meski secara keseluruhan tetap ada ruang untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.

’’Dari evaluasi, memang masih perlu peningkatan lagi. Misalnya, kesabaran, ketahanan, dan akurasi pukulan. Tiap pemain punya karakteristik masing-masing,’’ papar Susy. ’’Kami perlu juga membuat agar mereka bisa konsisten ke depan,’’ tambahnya.

Sementara itu, bagi Fadia/Ribka, hasil di Home Tournament membawa dampak tersendiri. Mereka makin percaya diri untuk meneruskan tongkat estafet ganda putri pelatnas. Mereka sudah diberi kesempatan turun dalam turnamen level atas, SEA Games 2019, hingga Kejuaraan Asia 2020.

’’Kami nggak mau menyia-nyiakan kesempatan. Semoga nanti bisa masuk tim Piala Uber juga karena kami ingin sekali menjadi bagian dari tim tersebut,’’ ungkap Fadia.

Ambisi tersebut menjadi pemicu mereka untuk bisa terus berbenah setiap hari. ’’Koh Didi (pelatih ganda putri Eng Hian, Red) bilang sekarang kami harus mulai melihat pemain-pemain dunia. Hal ini agar kami terus terpacu. Harus ada kemauan untuk mengejar terus,’’ papar pemain kelahiran Bogor tersebut.

Hal senada diungkapkan Ribka. Tahun ini mereka memiliki target khusus sebenarnya. Yakni, menembus 15 besar dunia. ’’Sebetulnya ingin mengejar target itu dulu. Tetapi, sepertinya belum bisa karena ada pandemi. Semua (pertandingan) ditunda,’’ tambah Ribka.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore