
Photo
JawaPos.com- Li Wenmei/Zheng Yu sejatinya tidak diunggulkan pada turnamen pembuka 2020, Malaysia Masters. Namun, langkah ganda putri Tiongkok itu begitu mengagumkan.
Sejak ronde kedua, Li/Zeng mampu konsisten mengalahkan ganda-ganda unggulan pada turnamen berlevel Super 500 ini. Mulai dari unggulan kedua Yuki Fukushima/Sayaka Hirota pada babak 16 besar. Lalu, menyingkirkan seeded keenam asal Korea Selatan Kim So-yeong/Kong Hee-yong.
Dan paling baru, ganda putri nomor 10 dunia itu mengirim pulang unggulan kedelapan Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada babak semifinal. Ganda putri Indonesia itu kalah dalam rubber game yang berakhir 19-21, 21-18, dan 19-21.
Pertandingan itu panjang, sampai 1 jam dan 25 menit.
Gelar pembunuh raksasa pantas disematkan kepada kiprah Li/Zheng pada turnamen ini. ''Tadi sempat genting, kami harus lebih berani, lebih ngadu, tapi kali ini kami kalah dari segi ngadunya. Poinnya itu, kami sudah leading, mati sendiri dengan mudah, mereka (coba) mengejar dan kami jadi ragu-ragu," keluh Greysia dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos dari PP PBSI.
Memang, seharusnya, Greysia/Apriyani bisa mengambil game pertama. Sebab, mereka sudah unggul 16-10, lalu bisa menjaganya menjadi 19-16. Tetapi, justru Li/Zheng berhasil mencetak lima angka beruntun untuk merebut game pembuka.
Pada game kedua, pertandingan lebih ketat. Kedua pasangan saling berkejaran angka. Namun lepas dari kondisi 14-14, Greysia/Apriyani melesat dan tidak pernah terkejar dalam pengumpulan poin dan akhirnya bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pada game penentuan, giliran Greysia/Apriyani yang sering tertinggal. Li/Zheng mampu mencapai angka nyaman, mencapai match point dalam kondisi 20-17.
Greysia/Apriyani sempat berusaha mengejar. Namun, mereka hanya bisa mengumpulkan dua angka dan gagal membawa game ketiga ke adu setting.
Dengan hasil ini, maka Tiongkok memastikan gelar ganda putri di Malaysia Masters 2020. Sebelumnya, Du Yue/Li Yinhui sudah lebih dulu melaju ke partai puncak dengan mengalahkan ganda Jepang Nami Matsuyama/Chiharu Shida juga dengan rubber game, 21-14, 19-21, 21-11.
"Kami sih nggak mau kalah, mau menang. Konsistennya yang harus dijaga, pikirannya. Sudah game ketiga kan capek, mental terkuras, mereka pun begitu. Tapi kami ngasih bola ke mereka yang gampang dikembalikan, jadi evaluasi untuk kami. Kami terima dulu saja kekalahan ini," ucap Greysia.
Meskipun gagal menyamai hasil tahun lalu yakni runner-up, namun Greysia/Apriyani tetap bersyukur dengan hasil hari ini.
"Dari hari pertama main di turnamen ini, kami selalu mau nunjukin yang terbaik, tidak ada yang salah dengan hari ini. Bagaimana pun juga, kami sudah mengeluarkan kemampuan kami, sekarang terima dulu kekalahan ini dan fokus lagi untuk Indonesia Masters minggu depan," ucap Apriyani.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
