Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Mei 2024 | 20.58 WIB

Benhart Hutabarat, Orang Indonesia Pertama Selesaikan Lomba Renang Perairan Terbuka UltraOceanman

BERKAT PERSIAPAN MATANG: Benhart Hutabarat sebelum berlomba di UltraOceanman Palermo 2023. - Image

BERKAT PERSIAPAN MATANG: Benhart Hutabarat sebelum berlomba di UltraOceanman Palermo 2023.

Datang ke Italia Sepekan Lebih Cepat, Bawa 1 Koper Khusus Makanan-Minuman

Bernard Hutabarat satu di antara hanya 30 orang dari seluruh dunia yang boleh ikut UltraOceanman Palermo. Sang istri bertugas jadi handler yang memberikan makanan-minuman dan tak boleh sedetik pun meninggalkan Benhart selama berlomba.

DIMAS RAMADHAN, Jakarta

---

TUBUH Benhart Hutabarat tetap bugar saat tiba di Pantai Mondello, Palermo, Italia, dan mencapai garis finis. Tidak ada rasa capek berlebih. Padahal, tangan dan kaki pria yang akrab disapa DocBen itu terus bergerak untuk berenang sepanjang 25 kilometer (km) di Laut Tirenia.

DocBen pun berhasil menjadi salah satu perenang yang menaklukkan UltraOceanman Palermo 2023. Dia menyelesaikannya dalam waktu 9 jam 27 menit 45 detik sekaligus menahbiskan diri sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil menyelesaikan renang di perairan terbuka sepanjang 25 kilometer.

UltraOceanman Palermo 2023 yang dihelat 30 September sampai 1 Oktober merupakan satu dari tiga lomba renang perairan terbuka jarak jauh bergengsi di dunia. Selain di Italia, UltraOceanman juga diadakan di Spanyol dan Portugal.

Perenang yang dapat berpartisipasi juga tak sembarangan. Hanya 30 orang dari berbagai belahan dunia yang boleh ikut serta. DocBen bisa lolos karena sudah pernah ikut Oceanman dengan jarak minimal 10 km sebanyak lima kali.

”Itu (25 km) jarak terjauh saya. Sebelumnya, saya hanya 10 km. Tapi, terus terang pas begitu sampai, saya enggak merasakan capek yang sangat seperti saya berenang 10 km,’’ katanya kepada Jawa Pos seusai menerima rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai perenang Indonesia pertama yang menyelesaikan lomba renang perairan terbuka UltraOceanman pada 23 Januari lalu.

Dia mengaku sempat merasa bingung karena sudah berjam-jam berenang, tapi tak sampai-sampai. ”Apalagi arusnya di Italia lumayan. Ombak memang nggak terlalu besar, tapi arusnya terus mendorong saya menjauhi rute,’’ terang ayah dua anak itu.

Selain arus, suhu udara dan air di Italia ketika itu juga tantangan berat baginya. Sekitar 18–22 derajat Celsius.

”Saya dipaksa mengenakan pakaian yang hampir tak pernah saya pakai selama latihan,’’ ungkap pria berusia 49 tahun itu. ”Kenapa? Karena kalau saya pakai pakaian itu di Indonesia, panas banget,’’ tambahnya.

Tantangan tidak hanya menghampiri saat berenang. Tapi, juga kapal tim pendukung atau handler yang selalu berada di dekat DocBen. Setiap perenang memang berhak didampingi kapal escort pribadi sebagai tempat makan dan minuman untuk mereka.

Nah, DocBen memercayai sang istri, Priscilla, yang juga seorang dokter sebagai handler. Priscilla pun stand by di kapal untuk memberikan makanan dan minuman kepada suaminya setiap 20 menit.

Handler dan kapal harus mendampingi hingga finis, tidak boleh meninggalkannya sedetik pun. ”Kalau mereka enggak bisa lanjutkan karena misalnya kepanasan atau ingin buang air kecil, saya juga tamat. Jadi, UltraOceanman itu saya dan handler,’’ terangnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore