Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 November 2022 | 00.04 WIB

Kisah Dimas dan Bintang Saputra, Bersaudara di Livoli 2022

Santi Juraidah, pevoli TNI AL saat bertanding  melawan tim Vita Solo pada pertandingan Livoli di GOR Tawangalun, Banyuwangi. FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS - Image

Santi Juraidah, pevoli TNI AL saat bertanding melawan tim Vita Solo pada pertandingan Livoli di GOR Tawangalun, Banyuwangi. FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS

JawaPos.com-Indomaret punya duet hitter andalan di ajang Livoli Divisi Utama 2022. Keduanya adalah kakak beradik Dimas Saputra dan Marcelio Bintang Saputra. Tahun ini adalah tahun pertama keduanya main bareng di Indomaret.

---Rizka Perdana Putra, Magetan---

Saat Indomaret kalah 0-3 oleh Berlian Bank Jateng Sabtu (5/11) pekan lalu, Dimas Saputra hanya mencetak 15 poin. Padahal, biasanya pemain 27 tahun itu minimal mencatatkan 20 poin dalam tiap laga.

Penampilan di bawah performa tersebut menular ke sang adik, Bintang Saputra. Saat itu, pemain kelahiran 9 Januari 2001 tersebut hanya mampu mencetak 5 poin.

’’Kalau Dimas ada masalah, nggak tahu kenapa adiknya ikutan,’’ ungkap pelatih Indomaret Iwan Dedi Setiawan kepada Jawa Pos.

Ikatan emosional di lapangan voli itu tidak akan tercipta andai Bintang masih memilih untuk fokus di sepak bola, olahraga pertama yang dia geluti. Namun, sejak menginjak bangku SMP sekitar enam tahun lalu, Bintang punya keinginan untuk mengikuti jejak sang kakak.

’’Kayaknya main bola dia capek harus lari ke sana ke sini. Papa lalu nawarin kenapa Bintang nggak main voli aja, main bareng saya,’’ ungkap Dimas.

Bintang pun mulai mengejar mimpinya di dunia voli. Dia terbang dari Desa Lempake, Samarinda, menuju Pilang, Sidoarjo.

Tujuannya untuk bergabung dengan Akademi Bola Voli Indomaret, tempat sang kakak dulu ditempa. Saat itu, Bintang punya mimpi bermain bersama Dimas.

’’Dia bilang ingin main bareng. Ya sudah aku tunggu. Kalau dia mau latihan di Indomaret, aku bisa bantu. Alhamdulillah, dia diterima dan akhirnya sekarang bisa main bareng,’’ ucap penggawa timnas Indonesia di SEA Games 2021 itu.

Ya, Bintang hanya butuh waktu dua tahun untuk menembus skuad inti Indomaret. Padahal, Dimas dan sang ayah, Hari Waluyo Budianto, memperkirakan Bintang butuh waktu lima tahun sebelum benar-benar siap.

’’Nggak tahunya dua tahun dia meningkat pesat banget. Orang tua senang banget, mama (Suryani) terutama senang banget dia di Indomaret,’’ cerita Dimas.

Sayang, tahun ini bisa jadi tahun pertama dan terakhir keduanya main bareng di Indomaret. Sebab, sampai saat ini, Dimas belum bisa memastikan apakah tetap bersama Indomaret di kejuaraan Livoli musim depan. Meski begitu, Dimas bertekad memberikan memori terbaik bersama Bintang tahun ini.

’’Kami sebenarnya jarang ketemu. Karena saya di Jakarta, Bintang di Sidoarjo. Baru ketemu sekarang ini langsung main bareng,’’ ujar Dimas. ’’Insya Allah lah mau buat kenang-kenangan juara,’’ imbuhnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore