
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Swiss Open 2021, Herry IP
JawaPos.com – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memiliki target khusus di Swiss Open 2021. Dalam ajang yang berlangsung pada 2–7 Maret itu, juara dunia junior 2019 tersebut menargetkan tembus babak delapan besar.
Leo menjelaskan, target itu dicanangkan agar bisa mengatrol peringkat. Target keduanya, tahun ini bisa tembus 20 besar. Saat ini, Leo/Daniel berada di peringkat ke-42 dunia.
Nah, jika bisa menempati peringkat 20 besar, mereka dapat tampil di ajang bergengsi. Seperti Super 1000, 750, dan 500. ”Kalau masih ranking ke-30 (lebih) kan riskan. Kalau nggak ikut pertandingan bisa kesalip pemain lain,” ujarnya saat diskusi virtual yang digelar PP PBSI kemarin (17/2).
Daniel menambahkan, bisa tembus delapan besar tidak akan mudah. Meskipun pada ajang ini banyak pemain utama yang tidak bisa tampil. Seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. ”Sebelum delapan besar saingannya banyak,” ungkapnya.
Karena itu, dua pekan waktu yang dimiliki ini bakal dimanfaatkan untuk pembenahan. Mulai penguatan fisik hingga pematangan pola main. ”Masih banyak banget yang harus dipelajari dari hasil kemarin (Thailand Open, Red),” tuturnya.
Meski berhasil tembus semifinal pada Thailand Open I, Daniel menilai masih banyak kekurangan yang harus terus diperbaiki. ”Jadi, harus latihan lebih keras lagi untuk bisa bersaing di papan atas,” ucapnya.
Salah satu evaluasi yang harus dipecahkan adalah selalu tertinggal di set pertama. Mengenai hal itu, Daniel agak kesulitan menjawab. ”Memang begitu. Ya gimana ya? Memang jalannya begitu kali ya?” ungkap Daniel, lalu tertawa.
Mengenai peta persaingan, Daniel menyebutkan bahwa situasi di Swiss Open tidak begitu jauh dengan Thailand Open. Bedanya, di Swiss Open, Lee Yang/Wang Chi-lin (ganda Taiwan yang sekaligus peraih hat-trick juara di Asian Leg) tidak tampil. ”Sisanya hampir semua sama,” katanya.
Jika bisa terus lolos, Leo/Daniel punya kans bertemu ganda nomor satu Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di babak delapan besar. Menghadapi andalan Malaysia itu dipastikan tidak akan mudah.
Sebab, menjadi unggulan pertama pastinya menambah motivasi bagi Aaron/Soh. Terlebih, pasangan tersebut belum pernah menjadi juara.
Di sisi lain, PBSI berharap pemain segera mendapat vaksin sebelum berangkat ke Swiss pada 25 Februari. Harapan itu disampaikan Wasekjen PP PBSI Edi Sukarno dalam rapat koordinasi secara virtual bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Rabu (17/2).
Selain atlet, pihaknya juga mengusulkan vaksinasi untuk ofisial, pelatih, dan tim pendukung. ”Bahkan, saya minta seluruh pengurus pusat dan karyawan juga divaksin. Tapi, sepertinya itu agak sulit ya. Yang diprioritaskan hanya atlet dan pelatih yang mendampingi atlet,” paparnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
