Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2020 | 21.30 WIB

Efek Pandemi Korona dan Tak Ada Bob Hasan, Pelatnas Atletik Bubar

Anthony Wallace AFP Photo - Image

Anthony Wallace AFP Photo

JawaPos.com – Efek pandemi Covid-19, ditambah kepergian sang mantan Ketua Umum PB PASI Bob Hasan, mulai terasa di pelatnas atletik. PB PASI mengambil kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Induk olahraga atletik Indonesia itu memulangkan seluruh anggota pelatnas. Baik yang menjalani program PON maupun yang proyeksi Olimpiade!

Keputusan tersebut tertera dalam surat yang dikeluarkan Selasa lalu (12/5). Dalam surat itu, tertulis setelah 31 Mei 2020, tidak ada lagi kegiatan pelatnas. Hal tersebut menindaklanjuti kebijakan mereka tentang pemulangan sementara personel pelatnas pada 17 Maret lalu.

PB PASI juga memutuskan tidak menyelenggarakan Kejurnas U-18 dan U-20. Juga, membatalkan pergelaran SEA Youth Athletics Championships Ke-15. Event di Jakarta itu seharusnya digelar pada Februari lalu, tapi ditunda menjadi 27-28 Juni.

Namun, melihat situasi yang belum juga kondusif, event tahunan itu dibatalkan juga.

’’Kami secara kontinu mengevaluasi perkembangan situasi yang diakibatkan pandemi Covid-19.’’ Begitulah pernyataan Sekjen PB PASI Tigor Tanjung dalam surat PB PASI.

’’Seperti yang kita tahu bersama, perhelatan-perhelatan olahraga besar seperti Olimpiade 2020 dan PON 2020 mengalami penundaan sampai tahun depan,’’ tambahnya.

Dua hal itu menjadi dasar pihaknya membubarkan pelatnas.

Tidak bisa dipastikan sampai kapan kebijakan itu akan berlangsung. Seperti diketahui, PB PASI juga belum melakukan nota kesepahaman (MoU) soal dana pelatnas dengan Kemenpora. Sebab, selama ini mereka mendapat sokongan dana kuat dari mendiang Bob Hasan. PB PASI menyerahkan pembinaan kepada PASI provinsi.

’’Kami mengharapkan agar para pengprov PASI melakukan pemantauan dan melanjutkan pembinaan atlet-atlet yang dimaksud secara baik. Sehingga mereka senantiasa tetap siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memperkuat tim Indonesia,’’ papar Tigor.

Dihubungi secara terpisah, atlet lompat jauh Sapwaturrahman sudah mengonfirmasi sendiri pembubaran pelatnas ke federasi. Setelah menerima penjelasan dari binpres, dia bisa memaklumi kebijakan tersebut. Sebab, anggaran pemerintah sedang difokuskan untuk penanganan Covid-19. Kata Sapwa, hampir semua cabor mengalami kondisi serupa.

’’Bagi saya pribadi, ini tidak akan mengubah apa pun. Saya tetap latihan seperti biasa. Sebagai atlet profesional, saya mempunyai tanggung jawab untuk menjaga target dan kondisi,’’ papar pemegang rekor SEA Games 2019 tersebut.

Meski tidak berada di pelatnas, Sapwa fokus mengejar targetnya tahun ini. Karena berbagai kejuaraan dibatalkan dan ditunda, dia menjalani program agar bisa mencapai kekuatan maksimalnya dalam tiga bulan ke depan. Bersama Halomoan Binsar, Emilia Nova, dan Alvin Tehupeiory, Sapwa diproyeksikan meraih tiket Olimpiade Tokyo 2020.

’’Sekarang program sudah masuk 70 persen. Saya harus melihat ke depan bagaimana prosesnya,’’ jelas Sapwa. ’’Lebih cepat malah lebih bagus. Ini memudahkan saya sendiri ketika kalender kompetisi sudah jalan, saya sudah ready to go. Bukan masa persiapan lagi,’’ lanjut peraih perunggu Asian Games 2018 itu.

Pelatnas atletik sudah mulai memulangkan banyak atlet senior setelah SEA Games 2019 Desember lalu. Kecuali yang diproyeksikan mengikuti Olimpiade Tokyo. Semua atlet di atas 20 tahun dikembalikan ke daerah.

Digantikan anak-anak muda hasil seleksi nasional. Namun, sejak pandemi Covid-19 menyerang, mereka juga dipulangkan pada Maret lalu.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore