Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 April 2020 | 20.51 WIB

Tanpa Bob Hasan, Atletik Indonesia Harus Move On dan Lakukan Efisiensi

Lalu Muhammad Zohri latihan di Stadion Madya Jakarta - Image

Lalu Muhammad Zohri latihan di Stadion Madya Jakarta

JawaPos.com – PB PASI sangat kehilangan sang mantan Ketua Umum Bob Hasan. Tidak hanya menakhodai atletik Indonesia selama lebih dari empat dekade, Bob menjadi penyandang dana utama. Tanpa dia, PASI harus move on.

Setelah meeting secara online Selasa malam, induk olahraga atletik nasional itu menentukan beberapa langkah strategis.

Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menyatakan, pihaknya telah membahas beberapa hal penting. Pertama, soal organisasi. Berpulangnya Bob membuat slot Ketum kosong. Berdasar AD/ART, kepengurusan tetap bisa berjalan sampai Desember 2020.

Sekjen dan para ketua bidang untuk sementara berperan menggantikan peran Ketum.

Hanya, Tigor juga mempertimbangkan apakah perlu mempercepat kongres pemilihan Ketum PB PASI untuk masa bakti 2020−2025. ’’Tapi, ini harus dibahas lagi. Melihat situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19, tidak mungkin kongres dipercepat,’’ jelas Tigor kemarin (22/4).

Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah pembiayaan pelatnas. Selama ini Bob banyak menggelontorkan dana pribadi untuk kemajuan atletik. Mulai pelatihan atlet, uang saku, hingga bonus jika memenangi kejuaraan. Sokongan penuh dari mantan pengusaha kayu tersebut membuat PASI santai-santai saja tanpa kucuran dana dari pemerintah.

Ya, hingga kini atletik menjadi salah satu cabang olahraga yang belum meneken MoU dana pelatnas dengan Kemenpora. Akibatnya, dana belum cair. Jika berlangsung terus, pelatnas bisa terhenti.

Untungnya, kata Tigor, untuk sementara waktu mereka juga belum membutuhkan dana segar. Gara-gara serangan virus korona baru, semua kejuaraan ditunda atau dibatalkan. Para atlet juga dipulangkan ke daerah masing-masing. Sebelumnya, PASI juga membubarkan pelatnas, kecuali tiga atlet yang berpeluang ke Olimpiade Tokyo 2020.

Pemulangan juga berlaku buat 25 atlet remaja yang dibina di pelatnas untuk kebutuhan regenerasi. ’’Berhubung kompetisi dan turnamen dibatalkan, secara bertahap atlet di pelatnas dipulangkan. Ini salah satu langkah efisiensi anggaran,’’ papar Tigor.

Langkah selanjutnya, Tigor belum memikirkan. Namun, putusnya aliran dana dari Bob bisa saja bakal berpengaruh terhadap kesejahteraan atlet. Bisa berupa pemangkasan gaji atau berkurangnya anggaran untuk nutrisi.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore