
Lalu Muhammad Zohri latihan di Stadion Madya Jakarta
JawaPos.com – PB PASI sangat kehilangan sang mantan Ketua Umum Bob Hasan. Tidak hanya menakhodai atletik Indonesia selama lebih dari empat dekade, Bob menjadi penyandang dana utama. Tanpa dia, PASI harus move on.
Setelah meeting secara online Selasa malam, induk olahraga atletik nasional itu menentukan beberapa langkah strategis.
Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menyatakan, pihaknya telah membahas beberapa hal penting. Pertama, soal organisasi. Berpulangnya Bob membuat slot Ketum kosong. Berdasar AD/ART, kepengurusan tetap bisa berjalan sampai Desember 2020.
Sekjen dan para ketua bidang untuk sementara berperan menggantikan peran Ketum.
Hanya, Tigor juga mempertimbangkan apakah perlu mempercepat kongres pemilihan Ketum PB PASI untuk masa bakti 2020−2025. ’’Tapi, ini harus dibahas lagi. Melihat situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19, tidak mungkin kongres dipercepat,’’ jelas Tigor kemarin (22/4).
Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah pembiayaan pelatnas. Selama ini Bob banyak menggelontorkan dana pribadi untuk kemajuan atletik. Mulai pelatihan atlet, uang saku, hingga bonus jika memenangi kejuaraan. Sokongan penuh dari mantan pengusaha kayu tersebut membuat PASI santai-santai saja tanpa kucuran dana dari pemerintah.
Ya, hingga kini atletik menjadi salah satu cabang olahraga yang belum meneken MoU dana pelatnas dengan Kemenpora. Akibatnya, dana belum cair. Jika berlangsung terus, pelatnas bisa terhenti.
Untungnya, kata Tigor, untuk sementara waktu mereka juga belum membutuhkan dana segar. Gara-gara serangan virus korona baru, semua kejuaraan ditunda atau dibatalkan. Para atlet juga dipulangkan ke daerah masing-masing. Sebelumnya, PASI juga membubarkan pelatnas, kecuali tiga atlet yang berpeluang ke Olimpiade Tokyo 2020.
Pemulangan juga berlaku buat 25 atlet remaja yang dibina di pelatnas untuk kebutuhan regenerasi. ’’Berhubung kompetisi dan turnamen dibatalkan, secara bertahap atlet di pelatnas dipulangkan. Ini salah satu langkah efisiensi anggaran,’’ papar Tigor.
Langkah selanjutnya, Tigor belum memikirkan. Namun, putusnya aliran dana dari Bob bisa saja bakal berpengaruh terhadap kesejahteraan atlet. Bisa berupa pemangkasan gaji atau berkurangnya anggaran untuk nutrisi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
