Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 April 2020 | 23.18 WIB

Pakai Doping, Lifter Thailand dan Malaysia Haram Ikut Olimpiade Tokyo

Sopita Tanasan of Thailand competes in the women weightlifting 48kg competition during the Rio 2016 Olympic Games at the Riocentro Pavilion in Rio de Janeiro, Brazil, on August 6, 2016. (Photo by GOH CHAI HIN / AFP) - Image

Sopita Tanasan of Thailand competes in the women weightlifting 48kg competition during the Rio 2016 Olympic Games at the Riocentro Pavilion in Rio de Janeiro, Brazil, on August 6, 2016. (Photo by GOH CHAI HIN / AFP)

JawaPos.com-Para atlet angkat besi Thailand dan Malaysia dilarang ikut Olimpiade Tokyo 2020. Itu setelah federasi angkat besi dunia, IWF, menemukan kasus doping di antara atlet kedua negara tersebut.

IWF mengharamkan atlet Malaysia dan Thailand untuk ikut dalam Olimpiade Tokyo. Walaupun jadwal Olimpiade diundur sampai Juli 2021, tetapi peraturan tetap tidak berubah. Atlet Malaysia dan Thailand tetap tak boleh berpartisipasi.

IWF juga menjatuhkan denda senilai USD 200 ribu (sekitar Rp 3,2 miliar) kepada federasi angkat besi Thailand, TAWA. Sebelumnya, Thailand memang secara sukarela akan absen dari berbagai ajang internasional termasuk Olimpiade Tokyo karena temuan doping tersebut.

Kendati demikian, TAWA dan federasi angkat besi Malaysia MWF masih diberi kesempatan untuk mengajukan gugatan banding atas hukuman tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam waktu 21 hari ke depan.

Delapan lifter Thailand termasuk dua peraih emas Olimpiade Rio 2016 Sopita Tanasan dan Sukanya Srisurat positif menggunakan zat terlarang dalam Kejuaraan Dunia 2019.

Thailand sukses besar pada Olimpiade 2016. Mereka sukses mendulang dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Hukuman IWF terhadap Thailand berlaku selama tiga tahun dan akan ditinjau ulang pada 7 Maret 2022 jika TAWA bisa memperlihatkan perubahan menyesuaikan regulasi.

Sedangkan bagi Malaysia, hukuman larangan tampil berlaku selama satu tahun dan akan ditinjau ulang pada 1 Oktober 2020.

Sebelumnya, seluruh pimpinan TAWA mengundurkan diri kurang dari sebulan. Ini setelah dugaan penyalahgunaan doping terhadap lifter usia junior yang muncul dalam serial dokumenter televisi Jerman.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore