
Photo
JawaPos.com-Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti nyaris saja menutup laga semifinal All England 2020 dengan kemenangan langsung pada game kedua.
Saat itu, ganda campuran nomor satu Indonesia itu terus memimpin dan mencapai match point dengan skor 20-17.
Namun, banyaknya kesalahan sendiri membuat lawan mereka, ganda Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith bangkit dan menyamakan kedudukan dengan skor 20-20. Mendapatkan dukungan penuh di Arena Birmingham, wakil tuan rumah lalu menutup game kedua dengan kemenangan 23-21.
Kejadian itu memang sangat disayangkan. Sebab, sepanjang game kedua, Praveen/Melati terus memimpin jauh. Mulai dari 14-7, 19-14, dan terakhir 20-17.
Tetapi, pada akhirnya, mereka gagal menuntaskan laga dalam straight game.
“Bisa dibilang kami tadi kecolongan di game kedua. Sudah unggul jauh, akhirnya sempat kekejar. Itu yang membuat kami kehilangan game kedua,” kata Praveen dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.
Untung saja, pada game penentuan, Praveen/Melati tidak mendapatkan dampak buruk dari tragedi game kedua. Mereka kembali bermain taktis, efisien, dan mampu dengan sangat baik untuk mengendalikan permainan.
Praveen/Melati terus unggul dan kali ini tidak melepaskan peluang besar di depan mata. Mulai dari memimpin 11-4, 15-6, dan akhirnya menuntaskan pertandingan dengan skor 21-11.
Pada game pertama, ganda campuran yang pekan depan naik ke ranking empat dunia itu menang dengan skor 21-15. Pertandingan berjalan dengan jangka waktu panjang dan baru tuntas dalam tempo 1 jam dan 08 menit.
“Untungnya di game ketiga kami bisa menguasai permainan dari awal. Bisa dilihat sendiri dari hasil poin yang cukup jauh,” ucap Praveen.
“Ada beberapa poin kami kebawa permainan mereka. Permainan Eropa kan taktik banget, dengan segala cara, seperti memperlambat tempo akan mereka lakukan. Dan mereka berhasil di game kedua. Kami akhirnya nggak mau kecolongan lagi di game ketiga,” tambah Praveen lagi.
Dengan tembusnya Praveen/Melati ke final, Indonesia dipastikan sukses mengirimkan dua wakil ke babak final All England Open 2020.
Sebelumnya, ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo lebih menembus final.
“Kami banyak komunikasi dan tetap saling mengingatkan. Sudah kehilangan game kedua, game ketiga jangan terpengaruh,” ucap Melati.
Pada final malam ini, Praveen/Melati akan berhadapan dengan ganda nomor tiga dunia asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.
Pertandingan ini akan menjadi pertemuan keenam bagi mereka. Dalam lima laga sebelumnya, Praveen/Melati memimpin dengan skor 3-2. Bahkan, dari tiga laga terakhir, ganda campuran kita sukses menyapu bersih semua kemenangan.
"Lawan Thailand nggak mudah. Mereka punya kualitas, jadi kami mau mempersiapkan diri lagi,” ucap Praveen.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
