Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Februari 2020 | 01.30 WIB

Sang Juara Dunia Junior Incar Posisi 20 Besar Dunia Tahun Ini

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Sejak awal tahun, pelatih kepala ganda putra pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi mewanti-wanti. Jangan berharap Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin langsung mencetak prestasi spektakuler. Ganda putra masa depan Indonesia itu memang promosi ke level senior pada waktu yang penting. Tepatnya saat kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Terbukti, bulan lalu juara dunia junior 2019 tersebut lolos ke babak utama Thailand Masters meski hanya sampai babak kedua. Leo/Daniel kalah oleh pasangan Jepang Akira Koga/Taichi Saito straight games 11-21, 11-21. Lumayan telak. Padahal, sang lawan ’’hanya’’ menempati peringkat ke-31 dunia. Tidak termasuk jajaran pasangan top.

Leo mengakui, tantangan mereka sungguh berat. Perbedaan usia dan pengalaman lawan yang jauh lebih bagus berpengaruh besar.

’’Sekarang sudah masuk turnamen BWF World Tour, tantangannya lebih berat (daripada di junior, Red). Dalam turnamen super 100 sampai 300, pemain top kadang masuk untuk mencari poin Olimpiade,’’ papar Leo kemarin. ’’Buat kami, ya harus lebih semangat lagi,’’ lanjut pemain 18 tahun tersebut.

Apa beda lawan di junior dan senior? ’’Kurang lebih sama. Hanya, lawan-lawannya memang lebih berpengalaman. Mereka lebih bertenaga, pukulannya juga lebih kencang,’’ ungkap pemain binaan PB Djarum tersebut.

Dilihat dari hasil Thailand Masters, kata Leo, mereka sudah mengantongi evaluasi. ’’Kami harus latihan lebih. Tenaga dan aspek lain perlu dibenahi lagi,’’ ujarnya.

Setelah Thailand Masters 2020, seharusnya Leo/Daniel terjun ke Lingshui China Masters. Namun, PBSI lebih dulu menarik seluruh atlet dari kejuaraan berlevel super 100 tersebut akibat wabah virus korona.

Belakangan, kejuaraan itu dibatalkan. Karena itu, Leo/Daniel berfokus pada turnamen berikutnya. Yakni, Barcelona Spain Masters yang berlangsung pada 18–23 Februari mendatang.

Pada turnamen tersebut, mereka masuk ke babak utama. Lawannya langsung mengerikan, yakni pasangan nomor satu Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.

Tentu terlalu dini memasang target muluk. Kalaupun ada keajaiban bisa mengalahkan pasangan peringkat ke-14 dunia tersebut, kans melangkah ke babak tinggi juga kecil. Leo/Daniel berada pada pul atas yang semua lawannya memiliki peringkat di atas mereka.

Meski begitu, Leo tidak terlalu pusing dengan siapa pun lawannya nanti. Bagi dia, apa pun hasilnya, dirinya ingin bermain nekat. Bukan hanya di Barcelona nanti, tetapi juga di semua turnamen yang dia dan Daniel ikuti tahun ini. Meski tidak mendapat target dari PBSI, Leo punya ambisi pribadi.

’’Sekarang kami masih berada di peringkat ke-69 dunia. Nah, target 2020 ini yang penting bisa masuk 20–30 besar supaya nanti ikut turnamen lebih tinggi bisa lebih mudah,’’ ungkap Leo. ’’Siapa pun lawan, step-by-step dulu lah,’’ lanjut juara dunia ganda campuran 2018 bersama Indah Cahya Sari Jamil tersebut.

Meski persaingan tahun ini berat, Leo/Daniel punya cara untuk bisa menambah pengalaman. Mereka beruntung memiliki teman tiga pasangan senior yang masuk dalam top 10 dunia.

’’Berlatih dengan mereka, tekanannya memang beda ketika masih berada dalam pelatnas pratama. Pengalaman pemain senior itu kan luas. Jadi, menghadapi mereka lebih sulit,’’ papar Leo. ’’Tapi, tentu selalu ingin mencuri ilmu dari mereka,’’ tandasnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore