Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2020 | 05.05 WIB

Dicoret Dari Tim Nasional, Tunggal No 60 Dunia Meradang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Pemain tunggal Malaysia Soong Joo Ven mengalami fase buruk dalam karirnya pada penghujung 2019. Dia termasuk dalam tujuh pemain yang dicoret dari pemusatan latihan nasional asosiasi bulu tangkis Malaysia (BAM).

Joo Ven mengaku bisa menerima keputusan tersebut. Namun, dia merasa menyimpan sedikit kekesalan. Pemain 24 tahun itu mengklaim merupakan salah seorang tunggal putra terbaik Malaysia. Namun, sejak September 2018, performanya turun akibat cedera hamstring.

Pada September 2018, Joo Ven menembus final Hyderabad Open. Itu adalah final BWF World Tour pertama dalam karirnya. Pada Maret 2019, dia menjadi juara nasional Malaysia. Dan pada Juni tahun lalu, Joo Ven menjadi kampiun Malaysian International Series.

Namun, cedera akhirnya membuat karirnya merosot. Saat dicoret dari pelatnas BAM, Joo Ven menempati posisi 60 dunia.

''Saya terkejut ketika BAM mendepak saya,'' katanya seperti dilansir dari media Malaysia The Star.

''Mereka membuat keputusan berdasarkan performa saya sepanjang 2019. Namun, faktanya, saya mengalami cedera sampai dua bulan. Saya kira saya tidak memiliki cukup turnamen untuk mencapai KPI (key performance indicator). Saya hanya turun di 13 turnamen tahun lalu. Sedangkan rekan-rekan saya bermain antara 17 hingga 20 ajang,'' jelasnya.

Selain Joo Ven, BAM juga mencoret nama-nama seperti Tan Jia Wei, Mohd Ziyad Tah, ganda putra Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dan ganda putri Payee Lim/Lim Chiew Sien.

Pencoretan Joo Ven dan Ee Yi adalah satu bukti baru bahwa tim nasional Malaysia gagal untuk mengorbitkan bakat-bakat top junior menjadi pemain kelas dunia saat mereka ada di level senior.

Joo Ven adalah runner-up kejuaraan Asia Junior 2012. Saat itu pada partai final, dia dikalahkan tunggal nomor satu dunia saat ini Kento Momota asal Jepang. Sementara itu, Ee Yi adalah juara dunia junior pada 2011. Ketika itu dia berpasangan dengan Nelson Heg. Pada 2011 itu, Malaysia menjadi juara dunia junior beregu campuran, Suhandinata Cup.

Selain mereka, beberapa Malaysia lainnya juga melempem saat naik ke senior. Misalnya saja Iskandar Zulkarnain Zainuddin (runner-up Kajuaraan Dunia Junior 2009). Lalu ada Soo Teck Zhi (juara Asia Junior 2013), Mak Hee Chun-Teo Kok Siang (Juara Dunia dan Asia 2008), dan Ow Yao Han-Chooi Kah Ming (Juara Dunia Junior 2009).

''Saya tidak tahu apa yang salah. Bisa saya atau sistem latihan nasional. Namun dalam sejarahnya, banyak pemain yang hebat di junior tiba-tiba lenyap dalam transisi level senior. Mungkin pertanyaan itu cocok ditanyakan kepada BAM,'' ucapnya.

Setelah meninggalkan tim nasional, Joo Ven akan fokus untuk menjadi pemain profesional. Target terdekatnya adalah mencari sponsor setelah resmi meninggalkan pelatnas Malaysia pada 31 Januari mendatang.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore