
Photo
JawaPos.com-Pemain tunggal Malaysia Soong Joo Ven mengalami fase buruk dalam karirnya pada penghujung 2019. Dia termasuk dalam tujuh pemain yang dicoret dari pemusatan latihan nasional asosiasi bulu tangkis Malaysia (BAM).
Joo Ven mengaku bisa menerima keputusan tersebut. Namun, dia merasa menyimpan sedikit kekesalan. Pemain 24 tahun itu mengklaim merupakan salah seorang tunggal putra terbaik Malaysia. Namun, sejak September 2018, performanya turun akibat cedera hamstring.
Pada September 2018, Joo Ven menembus final Hyderabad Open. Itu adalah final BWF World Tour pertama dalam karirnya. Pada Maret 2019, dia menjadi juara nasional Malaysia. Dan pada Juni tahun lalu, Joo Ven menjadi kampiun Malaysian International Series.
Namun, cedera akhirnya membuat karirnya merosot. Saat dicoret dari pelatnas BAM, Joo Ven menempati posisi 60 dunia.
''Saya terkejut ketika BAM mendepak saya,'' katanya seperti dilansir dari media Malaysia The Star.
''Mereka membuat keputusan berdasarkan performa saya sepanjang 2019. Namun, faktanya, saya mengalami cedera sampai dua bulan. Saya kira saya tidak memiliki cukup turnamen untuk mencapai KPI (key performance indicator). Saya hanya turun di 13 turnamen tahun lalu. Sedangkan rekan-rekan saya bermain antara 17 hingga 20 ajang,'' jelasnya.
Selain Joo Ven, BAM juga mencoret nama-nama seperti Tan Jia Wei, Mohd Ziyad Tah, ganda putra Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dan ganda putri Payee Lim/Lim Chiew Sien.
Pencoretan Joo Ven dan Ee Yi adalah satu bukti baru bahwa tim nasional Malaysia gagal untuk mengorbitkan bakat-bakat top junior menjadi pemain kelas dunia saat mereka ada di level senior.
Joo Ven adalah runner-up kejuaraan Asia Junior 2012. Saat itu pada partai final, dia dikalahkan tunggal nomor satu dunia saat ini Kento Momota asal Jepang. Sementara itu, Ee Yi adalah juara dunia junior pada 2011. Ketika itu dia berpasangan dengan Nelson Heg. Pada 2011 itu, Malaysia menjadi juara dunia junior beregu campuran, Suhandinata Cup.
Selain mereka, beberapa Malaysia lainnya juga melempem saat naik ke senior. Misalnya saja Iskandar Zulkarnain Zainuddin (runner-up Kajuaraan Dunia Junior 2009). Lalu ada Soo Teck Zhi (juara Asia Junior 2013), Mak Hee Chun-Teo Kok Siang (Juara Dunia dan Asia 2008), dan Ow Yao Han-Chooi Kah Ming (Juara Dunia Junior 2009).
''Saya tidak tahu apa yang salah. Bisa saya atau sistem latihan nasional. Namun dalam sejarahnya, banyak pemain yang hebat di junior tiba-tiba lenyap dalam transisi level senior. Mungkin pertanyaan itu cocok ditanyakan kepada BAM,'' ucapnya.
Setelah meninggalkan tim nasional, Joo Ven akan fokus untuk menjadi pemain profesional. Target terdekatnya adalah mencari sponsor setelah resmi meninggalkan pelatnas Malaysia pada 31 Januari mendatang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
