Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Agustus 2023 | 17.56 WIB

IBL Mediasi Manajemen dan Pemain BPJ, Owner Janji Selesaikan Persoalan Gaji

Pemain BPJ ketika menghadapi Bumi Borneo di pentas IBL 2023. - Image

Pemain BPJ ketika menghadapi Bumi Borneo di pentas IBL 2023.

JawaPos.com – Kasus tunggakan gaji pemain Bima Perkasa Jogja (BPJ) mulai menunjukkan titik terang. Indonesia Basketball League (IBL) selaku operator kompetisi ikut turun tangan. IBL akan memberikan pendampingan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyatakan, pihaknya telah memanggil manajemen BPJ untuk membahas masalah hak yang belum diterima para pemain. Pemanggilan dan pertemuan antara IBL dan Edy Prabowo selaku pemilik BPJ itu berlangsung pada Senin (7/8) lalu. 

Dalam pertemuan itu, BPJ disebut Junas telah menunjukkan iktikad baik. Meski tidak menjelaskan secara terperinci soal isi pertemuan, Junas menyatakan bahwa klub yang bersangkutan sudah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah itu dalam waktu dekat.

’’Owner klub (BPJ, Edy Prabowo) akan kumpulkan seluruh pemain dan ofisial untuk sepakati penyelesaian,’’ tutur Junas kepada Jawa Pos melalui pesan singkat kemarin (8/8).

IBL, lanjut Junas, nanti terlibat dalam pertemuan itu. Namun, status dan peran IBL tidak besar. Mereka hanya sebagai pendamping. ’’Rabu malam, pertemuan klub dengan pemain akan turut didampingi oleh IBL,’’ ucapnya.

Junas menyatakan, pertemuan dua hari lalu dan malam nanti bukanlah langkah pertama yang diambil IBL. Pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan BPJ maupun para pemain yang gajinya tersendat.

Menurut dia, ranah IBL untuk terlibat dalam masalah hanya sebatas komunikasi. ’’Karena yang namanya perjanjian, ya antarpihak satu dan dua. IBL bukan pihak. Nah, misalnya ada wanprestasi di kontrak itu, kalau perjanjian macet, baru kami masuk,’’ jelasnya.

Junas menegaskan bahwa IBL baru bisa melakukan intervensi jika kedua belah pihak tidak bisa menyelesaikan masalah secara musyawarah mufakat. ’’Kalau itu (musyawarah) sudah dilakuin, tapi tidak ada tindak lanjut, baru kami masuk,’’ kata dia.

Sementara itu, PP Perbasi selaku federasi juga belum mengambil sikap. Perbasi sampai saat ini masih memberikan kesempatan kepada IBL terlebih dahulu untuk menyelesaikan polemik itu. Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih pun berharap agar masalah itu cepat tuntas.

Paling lambat sebelum kompetisi IBL 2024. ’’Kalau enggak, klub itu jangan ikut. IBL mulai, harus selesai. Kalau dia enggak (sampai) selesai, berarti dia tidak standar masuk IBL lagi,’’ tegas Danny. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore