Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Oktober 2015 | 16.10 WIB

2 Hal yang Bisa Mengganjal Hamidy Maju di Bursa Ketum KOI

Ilustrasi Jawa Pos - Image

Ilustrasi Jawa Pos

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI),  E.F Hamidy jadi kandidat pertama yang yang mengembalikan formulir untuk maju sebagai calon Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rabu (28/10) di Plaza KOI, Jakarta. 



Dalam pengembalian ini, Hamidy tidak datang. Dia diwakilkan rombongan yang 'katanya' perwakilan 39 cabor anggota KOI.  



Pimpinan rombongan ini, Dasril Anwar, Sekjen Pengurus Besar Federasi Olahraga Kabaddi Indonesia (PB FOKSI) menuturkan sikap 39 cabor yang mendukung Hamidy itu mutlak dan tak akan terpecah.



Hanya saja saat ditanya berapa banyak cabor yang sudah memberikan dukungan secara tertulis, dia malah menampiknya. 



"Itu rahasia. Saya jamin suara ini akan kompak sampai kongres nanti," ucapnya. 



Syarat tersulit yang hendak maju jadi calon adalah pengalaman lima tahun mengurusi organisasi internasional. Dan dalam hal ini Hamidy diragukan. Meski begitu, Dasril mengakui semua urusan sudah beres. 



Saat Jawa Pos mengklarifikasi hal ini kepada Hamidy, dia mengatakan "Saya kan tidak mencalonkan diri. Saya tak ingin justifikasi masalah itu. Cabor yang mendukung sedang meneliti dan evaluasi syarat itu," kata Hamidy



Mantan perwira TNI ini mengatakan dia pernah menjabat sebagai sekretaris Chief de Commision di Asian Games 2010 dan Sea Games 2012, manajer wushu, anggar dan Vice of President Asia anggar. 



"Apa itu bisa jadi persyaratan saya gak tau. Cabor yang mendukunglah yang harus klarifikasi. Kan bukan saya yang mendaftar," ucapnya. 



Di sisi lain, Hamidy pun mengakui dirinya bisa diganjal masalah lain. Dia mengatakan kabarnya dia kini sedang disangsi oleh IOC (International Olympic Comitee) akibat kasus penggunaan indentitas visual lima ring yang diduplikasi oleh KONI. 



"Saya dapat info dapat surat teguran dari IOC. Soal kebenarannya belum saya cek. Terkait hal ini sudah saya jelaskan kepada cabor pendukung" katanya.



"Semuanya saya kembalikan ke cabor. Semua punya peran yang sama. Yang tanggung jawab soal ini  ya cabor. Jangan sampai udah saya dimajukan malah dijorokin, saya gak mau," ucapnya. (wam/JPG)

Editor: Andi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore