Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 April 2020 | 03.37 WIB

Saat Atlet-Atlet Elite Nasional Mengenang Jasa Bob Hasan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Berpulangnya Mohamad Hasan Gatot Subroto alias Bob Hasan begitu menyesakkan insan olahraga. Khususnya atletik. Selama 44 tahun dia menjabat ketua umum PB PASI. Selama itu pula dia menjadi bapak yang sangat perhatian bagi ratusan atlet pelatnas.

---

Emilia Nova menjadi salah seorang atlet yang merasa kehilangan sosok bersahaja itu. ”Beliau orang yang paling berpengaruh terhadap kejayaan atletik. Dari umur 15 tahun saya dibiayain beliau sampai sekarang,” ungkap pelari gawang 24 tahun itu.

Bertahun-tahun mengenal Bob membuat perempuan yang akrab disapa Emil itu memiliki berjibun momen manis. Ketika pertandingan, misalnya. Di saat tuntutan publik tanah air untuk meraih medali begitu tinggi, Bob malah menenangkan. ”Bapak selalu bilang, ‘Sudah, rileks saja tandingnya. Kalau kalah juga gue nggak marah,’” tutur Emil, menirukan kata-kata Bob.

Kata-kata itu begitu membekas di benaknya. Membuatnya rileks menghadapi apa pun. Hingga akhirnya dia berhasil berprestasi di berbagai kejuaraan bergengsi. Misalnya, meraih perak Asian Games 2018 dan emas SEA Games 2019. ”Kalau aku menang, bapak ikut bahagia dan nggak minta apa-apa,” tuturnya sedih.

Momen lain di luar pertandingan yang begitu diingat Emil adalah ketika Bob mengunjungi tempat usahanya. Emil memang doyan berwirausaha. Dia memiliki kos-kosan di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat. Dia juga menjual frozen food.

”Saat itu aku lihat bapak bahagia banget,” ungkapnya. Bob sangat senang melihat para atlet sukses menjadi pengusaha. Pengusaha kayu itu tidak ingin melihat para pejuang olahraga kepayahan setelah pensiun.

Kesan manis juga disampaikan oleh asisten pelatih lari gawang Wardoyo Ardo. Menurut dia, Bob sangat perhatian kepada atlet maupun pelatih. Detail-detail kecil di pelatnas seperti urusan makan, istirahat, dan latihan diawasi langsung oleh Bob. ”Jangan sampai atlet telat makan dan jangan begadang agar bisa bersaing dengan atlet-atlet luar negeri,” kata Wardoyo, menirukan pesan Bob.

Kepada para pelatih, Bob berpesan agar selalu update ilmu. Termasuk, memahami bahasa Inggris. ”Biar bisa belajar ilmu-ilmu baru dan bisa bersaing dengan pelatih luar,” kata pria yang mengenal sosok Bob sejak 25 tahun lalu itu. Wardoyo menyebutkan, sulit bagi atletik untuk mendapatkan pengganti Bob. ”Pengganti yang sangat cinta terhadap cabor dan penghuninya,” ucapnya.

Suryo Agung Wibowo, mantan sprinter nasional, mengenang Bob yang selalu punya cara untuk memotivasi atlet. ”Dia pernah bilang, ‘Eh, lu masak cuma juara kejurnas. Juara SEA Games dong,” kenang Suryo. ”Nah, ketika saya sudah juara SEA Games, dia minta saya untuk juara Asia dong,” tambahnya.

Bob bahkan sering menagih Suryo untuk mempertajam catatan waktu. Karena itu, ketika Suryo dinobatkan sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara setelah membukukan catatan 10,17 detik di SEA Games Laos 2009, Bob tidak memberikan selamat. ”Bapak bilang, ‘Ah, lu masih 10,17 detik. Bikin dong di bawah 10,10 detik.’ Intinya, dia memacu kami dan jangan berpuas diri,” kenangnya.

Bob menjadi ketua umum PB PASI sejak 1976. Pria kelahiran Semarang pada 1931 itu terpilih untuk menggantikan Sayidiman Suryohadiprojo pada 1976. Terakhir, dia terpilih sebagai ketua pada periode 2016-2020 secara aklamasi. Banyak prestasi yang dia berikan. Termasuk yang fenomenal, yakni mengantarkan Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia U-20 pada Juli 2018.

Sebelum mengikuti kejuaraan, Zohri sempat dilanda masalah. Utamanya soal pendanaan dan perizinan. Nah, Bob-lah yang kemudian membiayai sebagian besar kebutuhan Zohri untuk mengikuti lomba di Tampere, Finlandia, tersebut.

Mulai persiapan, biaya latihan, akomodasi, hingga lainnya dipenuhi dari kocek Bob. Hasilnya, Zohri yang masih 18 tahun kala itu membukukan catatan waktu 10,18 detik. Tak sampai setahun kemudian, Zohri mengunci tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

Bukan hanya Zohri. Selama kepemimpinannya, Bob sangat sering merogoh kocek pribadi untuk membiayai atlet. Semua itu dilakukan demi kemajuan atletik tanah air. Sayang, perjuangan Bob melawan kanker paru-paru berakhir kemarin.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore