
Dedik Setiawan
JawaPos.com – Tidak adanya kejelasan kapan kompetisi di Indonesia bergulir dimanfaatkan oleh banyak klub dari luar negeri. Khususnya kawasan Asia Tenggara. Saat ini, ketika jendela transfer mulai dibuka, klub-klub tersebut mulai melirik pemain Indonesia dengan status pinjaman.
Beberapa nama berhasil direkrut. Todd Rivaldo Ferre misalnya. Pemain Persipura Jayapura itu dipinjamkan ke klub kasta kedua Liga Thailand Lampang FC. Ada pula Ryuji Utomo yang juga dipinjamkan ke Penang FC, klub kasta pertama Liga Malaysia.
Iming-iming gaji full, bisa kembali bertanding, dan pengalaman bermain di luar negeri jadi senjata klub-klub kawasan ASEAN itu untuk merekrut para pemain lokal Indonesia. Tapi ternyata, senjata tersebut tidak melulu berhasil. Febri Hariyadi contohnya. Dia menolak pinangan klub Thailand dengan berbagai alasan.
Baca Juga: Pemain Persib Bandung Febri Hariyadi Tolak Tawaran Klub Besar Thailand
Yang paling baru adalah Dedik Setiawan. striker Arema FC itu dikabarkan diminati beberapa klub. Salah satunya asal Malaysia. ’’Memang ada satu agen Malaysia yang menawari Dedik. Cuma, saya tidak tahu klub mana,’’ papar General Manager Arema FC Ruddy Widodo.
Ruddy menyatakan, pihaknya tidak akan melepas pemain asal Dampit tersebut. Ada beberapa alasan yang membuat Singo Edan enggan melepas sang pemain ke Malaysia. Yang pertama adalah Dedik masih terikat kontrak dengan Arema FC. Status pinjaman pun tidak membuat klub asal Kota Malang itu tertarik.
Yang kedua adalah kesejahteraan pemain. Ruddy mengerti pengalaman bermain di luar negeri akan sangat membantu karir Dedik. Tapi, jika nasib pemain berusia 26 tahun itu sama-sama miris di Malaysia, baginya percuma jauh-jauh harus bermain di negeri tetangga. ’’Di sana yang kuat finansialnya hanya JDT. Yang lain kan kolaps juga selama pandemi ini,’’ ungkapnya.
Itu pulalah yang kemudian membuat Ruddy tidak merespons agen dari Malaysia tersebut. ’’Jujur, saya tidak bilang Dedik adanya penawaran ini, buat apa? Tidak saya respons karena memang tidak menarik,’’ katanya.
Alasan terakhir Arema FC tidak melepas Dedik adalah kontribusinya masih dibutuhkan dalam lanjutan kompetisi Liga 1 yang mungkin bergulir pada Februari mendatang. Apalagi, sampai saat ini Arema FC belum punya striker asing pengganti setelah kehilangan Jonathan Bauman.
’’Dedik ini masih dibutuhkan di sini. Itu keputusan yang membuat kami tidak melepas Dedik,’’ tegasnya.
Sementara itu, adanya penolakan ajakan untuk bermain di luar negeri, baik dari sang pemain maupun klub, dikritisi oleh pengamat sepak bola M. Kusnaeni. Pria yang akrab disapa Bung Kus tersebut mengatakan, ada tiga hal yang seharusnya jadi pertimbangan sebelum melakukan penolakan tawaran dari klub luar negeri. Tiga hal yang sebenarnya jadi poin penting di sepak bola Indonesia saat ini.
Yang pertama adalah ketidakjelasan kompetisi. Pemain atau klub harus berpikir secara logis bahwa kompetisi di Indonesia saat ini masih tidak jelas. ’’Februari tahun depan pun, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tidak punya jaminan liga bisa digulirkan. Jadi, apakah mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa terus bermain bola?’’ ujarnya.
Apalagi, sebagian besar kontrak pemain berakhir pada akhir tahun ini. Tentu, itu peluang emas untuk mengambil kesempatan tersebut. Tidak melulu soal pengalaman bermain di luar negeri, tapi ada keuntungan lain yang harus dilihat pemain dan klub.
’’Finansial misalnya, pemain ini pasti bisa kembali membiayai hidupnya dengan maksimal. Toh di sini gaji dipotong juga kan. Hal lain adalah pemain bisa tetap menjaga kondisi dengan benar-benar bermain bola dalam sebuah kompetisi. Ini penting bagi pesepak bola. Kemampuan dan skill mereka pasti menurun jika hanya latihan mandiri,’’ ucapnya.
Dia berharap para pemain, khususnya klub, bisa legawa melepas pemain jika ada klub luar negeri yang berminat. Memang ada desakan bahwa jasa sang pemain dibutuhkan klub.
’’Tapi jangan lupa, dengan direkrutnya pemain oleh klub luar negeri, otomatis nilai klub asal pemain juga pasti naik. Ada value yang justru menguntungkan klub. Pasti ke depannya banyak agen yang bakal jalin kerja sama,’’ ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022