KECEWA: Aksi Radja Nainggolan ketika berduel dengan gelandang Persebaya Surabaya, Robson Duarte. (Instagram Radja Nainggolan)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya, salah satu tim legendaris dalam kancah sepak bola Indonesia, mendapatkan sorotan tajam pada musim Liga 1 2023/24. Namun, sorotan ini bukanlah semata-mata karena pencapaian gemilang dalam pertandingan, melainkan karena sebuah fakta yang mengejutkan: menjadi tim yang mengirimkan 2 pemain dengan kartu merah terbanyak dalam kompetisi tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi di balik catatan ini?
Menilik data dari Lapangbola, Persebaya Surabaya mengirimkan dua pemainnya masuk dalam daftar lima besar pemain dengan kartu merah terbanyak di Liga 1 Indonesia 2023/24. Dua nama yang tercatat adalah Reva Adi dan Arief Catur. Reva Adi, dengan penampilan 22 kali dan dua kartu merah, bersama dengan Arief Catur, yang tampil sebanyak 17 kali, namun juga mendapatkan dua kartu merah. Kondisi ini menjadi pertanda perlu adanya evaluasi mendalam dalam skuad Persebaya Surabaya untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.
Daftar 5 Besar Kartu Merah Liga 1 Indonesia 2023/24
Jaimerson Xavier | Persis Solo | Penampilan (19) Sub (1) | Kartu Merah (2)
Reva Adi | Persebaya Surabaya | Penampilan (22) Sub (2) | Kartu Merah (2)
Jajang Mulyana | Bali United | Penampilan (13) Sub (5) | Kartu Merah (2)
Arief Catur | Persebaya Surabaya | Penampilan (17 Sub (0) | Kartu Merah (2)
Victor Dethan | PSM Makassar | Penampilan (14) Sub (9) | Kartu Merah (1)
Pertanyaan mendasar yang muncul adalah mengapa Persebaya Surabaya, sebuah tim dengan sejarah panjang dan prestasi gemilang, terpaksa mendapati dirinya menjadi sorotan negatif karena kartu merah yang mereka terima. Kita harus menyoroti beberapa aspek penting dalam hal ini.
Pertama-tama, kedisiplinan dalam lapangan permainan. Disiplin pemain dalam mengontrol emosi dan menghindari pelanggaran yang berlebihan adalah kunci dalam mencegah terjadinya kartu merah. Namun, hal ini tampaknya belum menjadi prioritas utama dalam pola bermain Persebaya Surabaya. Kedua pemain yang masuk dalam daftar kartu merah terbanyak menandakan adanya kekurangan dalam hal ini.
Kedua, manajemen tim. Tanggung jawab manajer dan pelatih dalam membimbing dan mengelola pemain tidak boleh diabaikan. Mereka harus dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemain untuk berkembang, baik dari segi keterampilan teknis maupun kematangan mental. Jika pola permainan agresif atau kurangnya kontrol emosi menjadi masalah, maka peran manajemen dalam membenahi hal ini sangat penting.
Ketiga, strategi lawan. Faktor eksternal juga dapat mempengaruhi perilaku pemain dalam lapangan. Lawan-lawan Persebaya Surabaya mungkin saja memanfaatkan ketidaksabaran atau emosi yang mudah tersulut dari pemain mereka untuk meraih keuntungan. Situasi ini membutuhkan perencanaan taktis yang matang dari pelatih untuk mengantisipasi dan menangani upaya-upaya semacam itu.
Kesimpulannya, kondisi Persebaya Surabaya sebagai tim dengan kartu merah terbanyak dalam Liga 1 Indonesia 2023/24 adalah cerminan dari beberapa masalah yang perlu segera ditangani. Evaluasi menyeluruh terhadap kedisiplinan, manajemen tim, dan strategi permainan harus dilakukan untuk menghindari terulangnya insiden serupa di masa depan. Tanpa perbaikan yang signifikan, risiko merugikan performa tim secara keseluruhan, baik secara taktis maupun strategis, akan terus mengintai.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
