Shin Tae-yong saat melakukan wawancara dijaga oleh 5 polisi di Stadion Madya, Minggu (8/9). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Penjagaan super ketat dilakukan selama Timnas Indonesia berlatih dua hari menjelang pertandingan melawan Australia. Sejumlah polisi dan steward berjaga dan mengawasi selama skuad Garuda berlatih di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (8/9) sore.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com di lokasi, bus Timnas Indonesia datang tiba sekitar pukul 17.45 WIB. Para penggemar yang berada di area sekitar langsung mengerubungi. Sementara awak media diizinkan masuk lewat pintu samping timur.
Awak media yang masuk ke dalam stadion dilakukan pemeriksaan satu per satu ID pers-nya. Itu dilakukan untuk mencegah masuknya para penggemar ke pinggir lapangan.
Apalagi, terakhir kali Timnas Indonesia latihan terbuka untuk media di Jakarta pada Sabtu (31/8) berakhir tidak mengenakkan. Petugas keamanan kebobolan yang mengakibatkan tas salah satu pemain, Dimas Drajad hilang.
Manajer Timnas Indonesia Sumardji mengakui bahwa kejadian itu membuat penjagaan Garuda diperketat selama jeda internasional.
"Sejak kedatangan kemarin kita sudah lakukan pengamanan melekat dan setiap pergerakan para pemain itu selalu didampingi oleh tim pengamanan yang sudah kita siapkan," katanya ditemui di Stadion Madya.
Sumardji menambahkan, penjagaan melibatkan unsur kepolisian dan petugas dari PSSI. "Jadi tim pengamanan ada dari Polri dan juga ada dari PSSI, sehingga pengamanan ini betul-betul melekat pada para pemain sampai dengan pertandingan tanggal 10 September ini selesai," jelasnya.
Terkait jumlah, Sumardji menyebut kepolisian mengerahkan 20 personel untuk mengamankan Timnas Indonesia. Sementara dari PSSI, ada 10 petugas keamanan yang dikerahkan.
Saking ketatnya, petugas keamanan tersebut sampai menjaga para pemain dan pelatih saat sesi wawancara. Contohnya ketika Shin Tae-yong memberikan keterangan pers, di mana ada lima polisi yang berdiri di belakangnnya.
Baca Juga: PSSI Buka-bukaan Biaya Program Timnas Indonesia, Capai Rp800 Miliar dan Baru Terkumpul Setengahnya
Sumardji mengatakan bahwa itu termasuk dalam bagian upaya pengamanan. "Iyaa, jsdi memang kaitannya dengan pengamanan memang kami tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak sama-sama kita inginkan," jelasnya.
Menurut Sumardji, itu semua sesuai instruksi Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Apalagi banyak yang tidak menggunakan masker sehingga berpotensi menularkan virus. "Terutama ini (dari) supporter, makanya kita tidak menginginkan terjadi seperti dulu," jelasnya.
"Dengan dijaga ketat, maka keamanan, keselamatan, dan tentunya kesehatan para pemain dan pelatih itu benar-benar terjaga," tuntas Sumardji.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
