
Skuad Persebaya Surabaya berlatih keras jelang duel panas melawan Persija Jakarta di Gelora Bung Karno. (Persebaya)
JawaPos.com–Perburuan poin penting akan tersaji saat Persebaya Surabaya menantang Persija Jakarta dalam laga panas Super League 2025/2026. Duel klasik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4) malam, menjadi momentum pembuktian bagi Green Force.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menegaskan fokus utama timnya saat ini adalah kesiapan fisik dan kebugaran pemain. Dia tak ingin detail kecil terlewat karena laga ini akan ditentukan intensitas dan konsistensi sepanjang pertandingan.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ajang balas dendam setelah kekalahan pada pertemuan pertama musim ini. Saat itu, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 1-3.
Baca Juga: Akademi Persib Putri U-12 Juara JSSL 2026, Tumbangkan Tuan Rumah Lion City Sailors 2-0 di Final!
Tavares pun langsung menggerakkan tim pelatih untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan lawan sejak sesi latihan pertama usai kemenangan atas Persita Tangerang. Pendekatan ini menunjukkan keseriusan Green Force dalam menatap duel sarat gengsi tersebut.
”Ini menjadi latihan pertama kami setelah pertandingan terakhir melawan Persita. Kami sudah mulai menganalisis Persija. Mereka adalah tim yang kuat dan berhasil menang 3-1 pada pertemuan pertama,” jelas Bernardo Tavares.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga menyadari tekanan bermain di Jakarta tidak pernah mudah bagi tim tamu. Atmosfer besar dan ambisi tuan rumah membuat laga ini dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Baca Juga: Persib Pantang Jemawa! Julio Cesar Tegaskan 8 Final di Sisa Musim, Bojan Hodak Akui Sempat Tertekan
”Pertandingan melawan Persija selalu sulit. Mereka tim kuat dan sedang bersaing di papan atas. Tentu mereka juga membutuhkan kemenangan. Tapi kami datang dengan tujuan yang sama, yaitu berusaha meraih tiga poin,” kata Bernardo Tavares.
Di balik kewaspadaan tersebut, Tavares ternyata telah mengantongi sejumlah kelemahan krusial yang bisa dimanfaatkan anak asuhnya. Analisis mendalam dari pertandingan terakhir Persija Jakarta mengungkap celah yang cukup mencolok, terutama di sektor pertahanan dan lini tengah.
Data pertandingan menunjukkan Persija Jakarta hanya mampu melepaskan 4 tembakan sepanjang laga, dengan 3 di antaranya tepat sasaran. Namun di sisi lain, mereka justru membiarkan lawan menciptakan hingga 12 peluang tembakan, sebuah angka yang terlalu besar untuk level kompetisi elite.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
