
Dukungan Bonek untuk Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com — Tempuh jarak 258 kilometer bukan perkara ringan bagi Setyawan. Namun demi mendukung Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo, jarak sejauh itu justru terasa seperti panggilan hati.
Cinta kadang tumbuh dari hal yang tak terduga. Bukan karena jarak terdekat, bukan pula karena faktor geografis, melainkan karena rasa yang sulit dijelaskan dengan logika.
Itulah yang dialami Setyawan, Bonek asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Daerahnya lebih dekat ke Semarang, tetapi hatinya justru tertambat kuat pada Persebaya Surabaya.
Setiap kali rindu itu datang, Setyawan tahu harus ke mana melangkah. Dari Grobogan, ia naik kereta api menuju Stasiun Pasar Turi, Surabaya, lalu melanjutkan perjalanan ke Stadion Gelora Bung Tomo.
Perjalanan berjam-jam ia tempuh hanya untuk satu tujuan. Berdiri di tribun, menyaksikan Persebaya Surabaya bertanding dengan penuh kebanggaan.
Terkadang Setyawan berangkat seorang diri. Duduk diam di kursi kereta, memandangi rel yang terus bergerak sambil membayangkan atmosfer stadion yang segera ia rasakan.
Namun di lain waktu, ia mengajak teman-temannya. Bisa sampai enam orang beramai-ramai, menjadikan perjalanan panjang itu seperti ziarah kecil menuju rumah kedua.
“Kadang saya nonton sendiri. Kadang ajak teman-teman, bisa sampai enam orang. Biar capeknya terasa ringan,” ujar Setyawan dikutip dari laman resmi klub.
Bagi sebagian orang, pilihannya mungkin terasa janggal. Grobogan lebih dekat dengan Semarang yang menjadi markas PSIS Semarang.
Secara logika, dukungan mestinya mengarah ke tim terdekat. Namun hati tidak selalu berjalan seiring dengan peta.
Awalnya sederhana. Ia sering melihat orang tuanya menonton pertandingan sepak bola di televisi, dan dari situlah kecintaannya pada olahraga ini tumbuh.
Momen yang benar-benar membekas hadir pada musim 2004. Saat itu Persebaya Surabaya tampil dengan karakter kuat dan pemain-pemain yang meninggalkan kesan mendalam di benaknya.
Ia masih ingat sosok Zhen Cheng yang menjadi salah satu pemain asing andalan saat itu. Nama tersebut melekat dalam ingatannya sebagai bagian dari awal kisah cintanya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
