
Bruno Moreira kapten andalan Persebaya Surabaya yang tengah dalam sorotan. (Persebaya)
JawaPos.com–Fakta unik Bruno Moreira kembali jadi perbincangan usai Persebaya Surabaya takluk dari Bhayangkara FC di pekan ke-21 Super League 2025/2026. Sang kapten tercatat baru dua kali diganti sepanjang musim ini saat tampil sebagai starter. Salah satunya dilakukan pelatih kepala Bernardo Tavares.
Catatan tersebut terasa spesial karena Bruno Moreira hampir selalu dipercaya bermain penuh sejak menit awal. Perannya sebagai kapten membuatnya menjadi figur sentral sekaligus motor serangan Persebaya di setiap pertandingan.
Pergantian kedua terjadi pada 14 Februari 2026 saat Persebaya menghadapi Bhayangkara FC. Dalam laga pekan ke-21 Super League 2025/2026 itu, Bruno Moreira ditarik keluar pada menit ke-66.
Keputusan tersebut diambil langsung pelatih kepala Bernardo Tavares. Bruno diganti karena dinilai tidak perform di lapangan. Posisinya digantikan Pedro Matos demi meningkatkan daya serang tim.
Momen ini menjadi sorotan karena sangat jarang Bruno Moreira mengalami pergantian saat menjadi starter. Sebelumnya, dia hampir selalu menyelesaikan pertandingan penuh tanpa tersentuh rotasi.
Pergantian pertama bahkan terjadi jauh sebelumnya, tepatnya pada pekan ke-16. Pada 3 Januari 2026, Persebaya Surabaya berhadapan dengan Madura United.
Saat itu, Bruno Moreira ditarik keluar pada menit ke-87. Keputusan tersebut diambil karena dia sudah menerima kartu kuning pada menit ke-57 sehingga berisiko jika terus dipaksakan bermain.
Pada laga tersebut, kursi pelatih masih dipegang caretaker Uston Nawawi. Pergantian dilakukan sebagai langkah antisipatif agar sang kapten terhindar dari kemungkinan kartu merah.
Jika dibandingkan, alasan dua pergantian itu memiliki latar berbeda. Saat melawan Madura United, faktor disiplin kartu menjadi pertimbangan utama, sedangkan saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC murni karena evaluasi performa.
Perbedaan konteks itu membuat fakta unik Bruno Moreira semakin menarik dibedah. Dalam dua momen tersebut, keputusan pergantian sama-sama lahir dari kebutuhan taktis pelatih di lapangan.
Secara keseluruhan, hanya dua laga itu yang mencatat Bruno Moreira tidak bermain penuh sebagai starter musim ini. Statistik tersebut menegaskan konsistensi dan kebugarannya sepanjang kompetisi Super League 2025/2026.
Sebagai kapten Persebaya Surabaya, Bruno memikul tanggung jawab besar. Dia bukan hanya pengatur ritme serangan, tetapi juga pemimpin yang menjaga mental rekan-rekannya di lapangan.
Minimnya pergantian menunjukkan tingkat kepercayaan pelatih terhadap kontribusinya. Baik saat masih ditangani caretaker maupun di bawah komando Bernardo Tavares, Bruno tetap menjadi pilihan utama.
Namun, keputusan Tavares pada pekan ke-21 memberi pesan tersendiri. Tak ada pemain yang kebal evaluasi, termasuk kapten sekalipun, ketika performa dinilai belum maksimal.
Langkah tersebut juga menandakan pendekatan profesional yang diterapkan pelatih asal Portugal itu. Dia berani mengambil keputusan strategis meski harus menarik keluar pemain paling berpengaruh di tim.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
