
Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers saat kunjungan ke Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Direktur Teknik PSSI, Alexander Thijs Jetse Zwiers, menyebut Persebaya Surabaya sebagai klub dengan karakter yang sangat istimewa. Pria asal Belanda itu bahkan kagum karena Green Force memiliki kompetisi internal yang melibatkan 20 klub untuk terus memproduksi pemain berkualitas setiap tahunnya.
Kunjungan Alex ke Persebaya Surabaya dilakukan pada Selasa (9/9/2025), saat Green Force bersiap menghadapi pekan kelima Super League 2025/2026.
Kehadirannya langsung disambut jajaran pelatih yang dipimpin Eduardo Perez dan Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera.
Menurut Alex, keunikan Persebaya Surabaya tidak hanya pada sejarah panjangnya di sepak bola Indonesia, tetapi juga sistem pembinaan yang mengakar.
Identitas klub yang jelas dan pola kerja sama dengan 20 klub internal membuat Persebaya Surabaya berbeda dari tim lain.
Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, mengaku bangga dengan perhatian yang diberikan Direktur Teknik PSSI itu.
Ia menegaskan, kehadiran Alex menjadi motivasi tambahan bagi timnya dalam mengembangkan sepak bola Indonesia.
Eduardo menyebut pihaknya selalu terbuka untuk mendukung program PSSI. Bahkan, ia menilai kolaborasi ini bukan sekadar hubungan pelatih Spanyol dan Belanda, tetapi kerja sama untuk masa depan sepak bola nasional.
“Kami sangat menghargai kunjungan dari seorang profesional seperti dia yang tertarik dengan segala hal di klub, budaya, dan lainnya,” kata Eduardo Perez.
“Ini bukan hanya sekadar kolaborasi antara pelatih Spanyol dan Belanda. Tapi berkolaborasi untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia.”
Kehadiran Alex disambut hangat oleh seluruh jajaran pelatih dan ofisial Persebaya Surabaya.
Mereka melihat sosok berusia 50 tahun itu sebagai figur profesional yang peduli dengan detail, mulai dari kultur klub hingga sistem pembinaan.
Persebaya Surabaya sendiri dikenal sebagai tim penghasil pemain bintang untuk Timnas Indonesia.
Nama-nama seperti Andik Vermansah, Rachmat Irianto, Ernando Ari, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, hingga generasi baru Toni Firmansyah dan Mikael Tata lahir dari rahim Green Force.
Fakta tersebut semakin menguatkan pandangan Alex Persebaya Surabaya punya peran penting dalam ekosistem sepak bola nasional. Ia menilai, keberadaan kompetisi internal adalah model ideal yang bisa ditiru klub-klub lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
