Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 05.35 WIB

5 Faktor Utama Indonesia Gagal Menjebol Pertahanan Kokoh Lebanon dalam Laga Persahabatan Internasional

Skuad Timnas Indonesia dalam pertandingan persahabatan kontra Lebanon. (Instagram @kevindiks)

JawaPos.com – Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan saat menjamu Lebanon dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo.

Meski menguasai jalannya pertandingan dengan dominasi bola, skuad Garuda tidak mampu menembus pertahanan lawan.

Berikut 5 faktor utama yang membuat Indonesia gagal mencetak gol, seperti dilansir dari laman Biz Chozun pada Selasa (9/9).

  1. Penguasaan Bola Tanpa Efektivitas Serangan

Indonesia mendominasi penguasaan bola lebih dari 70 persen sepanjang laga. Namun, dominasi itu tidak berbanding lurus dengan terciptanya peluang emas. Serangan cenderung berputar di lini tengah tanpa penetrasi yang tajam. Akibatnya, Lebanon mampu bertahan tanpa banyak tertekan.

  1. Minimnya Kreativitas di Lini Serang

Para pemain naturalisasi Indonesia sering kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Kombinasi serangan terlihat monoton dan mudah dibaca oleh pemain Lebanon. Kreativitas untuk menciptakan variasi serangan sangat terbatas, terutama saat mendekati kotak penalti. Kondisi itu membuat peluang nyata sulit tercipta.

  1. Akurasi Tembakan yang Rendah

Meski ada beberapa percobaan ke arah gawang, mayoritas tembakan Indonesia tidak tepat sasaran. Lilipaly sempat mencoba di babak pertama, tetapi usahanya mudah dimentahkan. Sementara percobaan lain lebih sering melambung jauh dari target. Inefisiensi ini menjadi faktor utama Indonesia gagal mencetak gol.

  1. Substitusi Tidak Memberi Perubahan Signifikan

Pelatih Patrick Kluivert mencoba menyegarkan permainan dengan memasukkan empat pemain baru di babak kedua. Salah satunya adalah Adrien Wibowo yang melakoni debut bersama tim nasional. Namun, kehadiran para pemain pengganti tidak memberi dampak nyata terhadap kualitas serangan. Pertahanan Lebanon tetap sulit ditembus hingga akhir laga.

  1. Kekuatan Pertahanan Lebanon yang Disiplin

Lebanon tampil dengan strategi bertahan yang sangat solid. Mereka menjaga kedisiplinan tinggi dalam menutup ruang serangan Indonesia. Barisan belakang tidak mudah terpancing keluar dari posisinya. Tembok kokoh ini akhirnya membuat Indonesia frustrasi hingga pertandingan berakhir 0-0.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore