Jersey kandang PSM Makassar musim 2025/2026. (Instagram/@psm_makassar)
JawaPos.com - Nasib PSM Makassar dalam memainkan pemain baru untuk Super League 2025/2026 terus menggantung. Padahal, klub berjuluk Juku Eja itu akan memainkan laga pertamanya melawan Persijap Jepara pada Jumat (8/8) malam ini.
Sesuai jadwal, PSM Makassar akan memulai petualangannya di Super League 2025/2026 dengan menghadapi Persijap. Pertandingan perdana itu akan digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat (8/8) malam mulai pukul 19.00 WIB atau 20.00 WITA.
PSM menatap pertandingan itu dengan persiapan matang. Mereka sudah berlatih sejak 6 Juli 2025 dan melakukan sejumlah uji coba. Upaya penambalan skuad dilakukan dengan mendatangkan sejumlah pemain.
Total ada tujuh pemain yang sejauh ini berhasil didatangkan Pasukan Ramang untuk Super League 2025/2026. Tiga di antaranya adalah pilar asing, yakni Alex Tanque, Lucas Dias (Brasil), Jacques Medina (Kongo).
Sementara empat pemain sisanya berstatus lokal. Mereka adalah Rifki Dwi, Resky Fandi, Gala Pagamo dan Muhammad Tedja Kusuma.
Hanya saja, masalah besar menghampiri PSM Makassar jelang laga perdana. Persoalan itu terkait dengan terdaftarnya nama klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dalam list FIFA Registration Bans atau larangan pendaftaran pemain untuk musim baru.
Ya, hingga Jumat (8/8) siang per pukul 11.30 WIB, yang merupakan hari pertandingan melawan Persijap Jepara, nama PSM masih terdaftar. Pembekuan pendaftaran itu tercatat per 28 Maret 2025.
Kondisi itu membuat PSM dilarang mendaftarkan pemain baru selama tiga periode jendela transfer. Hukuman akan hilang jika manajemen PSM mampu menyelesaikan masalahnya dan pemain yang terlibat mencabut laporannya.
Artinya, PSM tak bisa memainkan tujuh pemain barunya tersebut saat melawan Persijap Jepara. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Direktur Operasional I.League -entitas baru PT Liga Indonesia Baru-, Asep Saputra.
"Iya kalau belum lifted juga berarti belum bisa mendaftarkan pemain baru," ucap Asep saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (8/8).
Bernardo Tavares selaku pelatih PSM Makassar, sebelumnya enggan berbicara banyak mengenai masalah tersebut. Dia dengan tegas menyatakan keputusan akhir saja, tanpa mau mengomentari lebih lanjut.
"Saya adalah pelatih. Saya menunggu tentang keputusannya. Saya tak bisa berbicara banyak soal itu (banned FIFA)," kata Tavares dalam jumpa pers pralaga.
Terpisah, Media Officer PSM Makassar Sulaiman Abdul Karim mengungkapkan bahwa manajemen sejatinya sudah membereskan masalah dengan melunasi kewajibannya sejak 1 Agustus 2025. Namun, sampai saat ini pihak pemain, Wiljan Pluim, belum mencabut laporannya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
