Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 18.46 WIB

Soroti Pemanggilan TC Timnas Indonesia U-17, Eks Pemain dan Legenda Legenda Persija Nilai Pemain Diaspora Tak Istimewa

Skuad Timnas Indonesia U-17 disiapkan untuk Piala Dunia U-17 2025, 9 pemain diaspora bergabung.  (Instagram @timnasindonesia) - Image

Skuad Timnas Indonesia U-17 disiapkan untuk Piala Dunia U-17 2025, 9 pemain diaspora bergabung. (Instagram @timnasindonesia)

JawaPos.com - Pemanggilan sejumlah pemain diaspora dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 menuai sorotan dan kritikan keras dari mantan pesepak bola dan juga legenda. Mereka yang terpanggil dianggap tak terlalu istimewa.

Timnas Indonesia U-17 tengah melakukan pemusatan latihan atau training (TC) di Bali sebagai persiapan menuju Piala Dunia U-17 pada 3-27 November 2025 di Qatar. TC tersebut sudah digelar sejak 7 Juli lalu, dan akan berlangsung hingga 10 Agustus mendatang.

Total ada 34 pemain yang dipanggil untuk mengikuti TC Timnas Indonesia U-17. Mereka yang dipanggil merupakan kombinasi antara wajah-wajah lama yang tampil solid di Piala AFF U-16 2024, Kualifikasi Piala Asia U-17 2025, dan Piala Asia U-17 2025.

Tapi ada juga nama baru, termasuk pemain diaspora. Ada sembilan nama pesepak bola muda yang tercatat sebagai pemain klub luar negeri. Diantaranya adalah Feike Muller (Willem II Tilburg), Lionel De Troy (Palermo), dan Nicholas dari Rosenborg BK.

Kemudian enam nama lain adalah Eizar Jacob (Sydney FC), Floris De Pagter (SC Telstar), Noha Pohan S (NAC Breda), Jona Gaselink (FC Emmen), Azadin Ayoub (Elverum FC), dan Deston Hoop (SC Telstar).

Nah pemanggilan sembilan pemain diaspora ini menuai kritik. Sebab beredar kabar bahwa mereka yang dipanggil tidak sesuai prosedur karena tidak melalui proses seleksi dari pemandu bakat. Gunawan Dwi Cahyo sebagai mantan pemain Timnas Indonesia pun bersuara. Dia menyatakan bahwa harusnya pemanggilan pemain abroad harus sesuai prosedur atau melalui pemantauan bakat.

"Harusnya PSSI harus lebih banyak kompetisi dan merekrut pemain-pemain yang berkualitas dari kompetisi di negeri sendiri. Toh, pada kenyataannya pemain-pemain muda diaspora ini juga tidak terlalu istimewa dibandingkan pemain kita," ujar Gunawan dalam keterangannya, dipetik Selasa (22/7).

"Karena kan agen hanya mencari keuntungan, bukan ingin mengangkat prestasi sepak bola Indonesia. Jadi buat apa kita ambil pemain yang kualitasnya sama dengan pemain lokal kita," tambahnya.

Di satu sisi, Gunawan sebenarnya setuju dengan keputusan pemanggilan pemain-pemain diaspora di kelompok umur. Namun ia berharap ke depan harus menjadi catatan federasi jika kompetisi usia muda harus diperbanyak lagi.

"Agar para pemain muda mempunyai jam terbang yang cukup berkualitas. Mau sampai kapan kita pakai cara-cara instan seperti ini di sepak bola usia muda atau kelompok umur," ucap eks Persija Jakarta ini.

Pandangan berbeda diutarakan oleh mantan pemain timnas lainnya, Ismed Sofyan. Legenda Persija Jakarta itu mengatakan Timnas Indonesia U-17 sebenarnya tak perlu memakai pemain naturalisasi karena pemain-pemain lokal juga sangat baik.

"Level permainannya gak jauh beda, sebenarnya kita memiliki pemain-pemain potensial, tapi mereka tidak tersentuh oleh para scouting," ujarnya.

Selain itu, eks kapten Persija Jakarta itu menilai Indonesia memiliki kompetisi Elite Pro Academy, Piala Soeratin, hingga Diklat Ragunan yang bisa dijadikan sebagai sumber pencarian pemain muda.

Selain itu, Ismed juga menilai peta kekuatan di Piala Dunia untuk kelompok umur di bawah 18 tahun sebenarnya tidak jauh beda nantinya. "Karena ini bukan senior, kita masih bisa bersaing dengan pemain lain. Ini kalau kita bicara U-17 di World Cup nanti," jelasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore