Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juli 2025 | 01.45 WIB

Eks Bek Persebaya Debut Pelatih dan Langsung Juara, Mokhamad Syaifuddin Bawa Sepak Bola Surabaya Raih Emas Porprov

Eks Bek Persebaya Surabaya Debut Pelatih Kepala Langsung Juara, Mokhamad Syaifuddin Bawa Tim Sepak Bola Surabaya Raih Emas Porprov .

JawaPos.com - Kota Surabaya berhasil meraih emas cabang olahraga (cabor) sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025. Di partai final (30/6), Surabaya mengalahkan Kabupaten Mojokerto lewat adu penalti. Momen itu jadi pembuktian bagi sang pelatih, Mokhamad Syaifuddin.

Tak ada selebrasi berlebihan yang dilakukan Syaifuddin seusai Kota Surabaya mengalahkan Kabupaten Mojokerto dalam final sepak bola Porprov Jatim IX/2025 di Stadion Kahuripan, Turen, Kabupaten Malang, Senin (30/6). Eks bek Persebaya Surabaya itu berusaha tetap tenang. Dia memeluk satu per satu staf pelatih dan pemain. 

Meski begitu, di dalam hatinya, Syaifuddin menyimpan rasa gembira dan kelegaan luar biasa. Bagaimana tidak, Kota Surabaya menang dramatis 3-2 lewat babak adu penalti. Sebelumnya, selama 2x45 menit kedua tim bermain imbang 0-0.

Hasil tersebut mengakhiri penantian sangat panjang tim sepak bola Surabaya. Yaitu kali pertama dan terakhir meraih medali emas pada Porprov pertama pada 2007 di Surabaya atau selama 18 tahun lamanya.

Selain itu, gelar tersebut juga jadi ajang pembuktian. Sebab, Syaifuddin awalnya sempat diragukan. “Sejak penunjukan banyak pelatih senior, banyak legend-legend yang tidak setuju, Dalam arti kata banyak yang mencibir,” kata pelatih 32 tahun itu kepada Jawa Pos

Akan tetapi, bermodal dukungan dari dalam tim, mulai pengurus dan staf pelatih, Syaifuddin memilih fokus mempersiapkan tim. Mulai dari proses menyeleksi pemain pada Februari lalu, kemudian mengikuti Pra-Porprov pada April, dan mengikuti ajang Porprov bulan Juni.

Dalam mempersiapkan tim itu, Syaifuddin menegaskan idealismenya. Bahwa, tim Kota Surabaya harus bermain dengan ciri khas Suroboyoan. “Yang pasti nggak mau kalah, terus main bola bawah dengan sirkulasi cepat, satu dua sentuhan, tidak banyak bawa bola, memaksimalkan segala peluang, dan meminimalisir kesalahan di belakang. Main sederhana cukup,” beber Syaifuddin soal gaya bermain ala Surabaya yang dia terapkan.

Namun, idealisme itu sempat membawa sedikit masalah. Sebab, permainan bola bawah hanya bisa maksimal jika didukung rumput lapangan yang baik pula. Sedangkan, saat fase grup, tim Kota Surabaya sempat bermain di lapangan kurang ideal. 

Sempat bermain imbang 2-2 dengan Kota Batu dan menang 1-0 menghadapi Kabupaten Banyuwangi, Surabaya kalah 0-2 di laga terakhir babak penyisihan grup menghadapi Kabupaten Mojokerto di Lapangan Cakrawala, Kota Malang. “Saya menerapkan (taktik, Red) dengan catatan lapangan harus bagus, karena kami terbiasa main bola pendek. Di penyisihan grup lapangannya “luar biasa”. Nggak bisa main sama sekali,” kata Syaifuddin.

Sebelumnya, Kota Surabaya juga pernah kalah tipis 0-1 lawan Mojokerto dalam laga uji coba. Ketika itu, laga itu diselenggarakan di lapangan ABC, Surabaya. Artinya, Kota Surabaya mampu membalaskan dua kekalahan itu di saat yang paling tepat: laga final.

Syaifuddin pun bersyukur dengan capaian tersebut. “Banyak yang bilang siapa Syaifuddin? Tapi saya begini mikirnya, memang saya baru ditunjuk dan nggak pernah pegang tim. Tapi kalau sudah jalannya, rezeki. Banyak yang dukung, dari pemain, staffcoach, juga dari pengurus. Alhamdulillah,” paparnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore