
Pemain tim internal HBS saat mengikuti sesi latihan game Persebaya Challenger di Lapangan B Gelora Bung Tomo. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Mesin produksi pemain muda Persebaya Surabaya kembali menunjukkan geliatnya. Sebanyak 38 pemain muda dipanggil dalam ajang Persebaya Challenger yang digelar Selasa (10/6/2025) sore di Lapangan B Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Para pemain tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari pertandingan Liga Persebaya yang rutin digelar dalam beberapa pekan terakhir. Kompetisi internal ini menjadi fondasi utama pembinaan klub Green Force sejak lama.
Persebaya Challenger merupakan sinergi apik antara Persebaya Future Lab dengan Direktorat Amatir. Ajang ini menjadi bentuk nyata pelestarian tradisi pembinaan yang telah mengakar kuat dalam sejarah klub.
Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah konkret menjaga DNA pembinaan Persebaya. Menurutnya, klub ini tidak bisa dilepaskan dari 20 klub internal yang telah lama menjadi penopang.
”Ini merupakan sinergi yang cantik antara Persebaya Future Lab dengan Direktorat Amatir. Di mana kita terus menjaga tradisi pembinaan Persebaya, yang dalam sejarahnya tidak bisa dipisahkan dari 20 klub internal,” tegasnya.
Peran 20 klub internal sangat sentral dalam mencetak pemain muda potensial. Mereka rutin mengikuti Liga Persebaya, kompetisi grassroots yang jadi pondasi sistem scouting.
”Ini merupakan sinergi yang cantik antara Persebaya Future Lab dengan Direktorat Amatir. Di mana kita terus menjaga tradisi pembinaan Persebaya, yang dalam sejarahnya tidak bisa dipisahkan dari 20 klub internal,” tegasnya.
Ganesha mengapresiasi konsistensi klub-klub internal dan Direktorat Amatir yang terus menjalankan roda kompetisi. Dari sana, talenta-talenta terbaik terus muncul dan mendapatkan ruang untuk berkembang.
”Kita sangat berterima kasih atas kerja keras teman-teman klub internal dan Direktorat Amatir yang terus memutar kompetisi Liga. Sehingga pemain-pemain terbaik bisa kita pantau,” tambahnya.
Hasil pemantauan di kompetisi internal itu menghasilkan 38 pemain terbaik yang dipanggil ke Persebaya Challenger. Para pemain dibagi menjadi tiga kelompok yakni Challenger A, B, dan C yang masing-masing berisi 12 hingga 13 pemain.
Persebaya Challenger bukan hanya ajang seleksi biasa, tapi program berkelanjutan yang terus berlangsung secara berkala.
Pemain-pemain yang menonjol di Liga Persebaya bisa mendapat kesempatan dipanggil setiap minggunya.
Ini membuka peluang besar bagi para pemain muda untuk naik level dalam sistem pembinaan Green Force. Mereka yang terpilih akan dibina lebih lanjut dan berpotensi masuk ke dalam skuad Persebaya Elite Youth.
Persebaya Elite Youth merupakan jenjang lanjutan yang menjadi jembatan menuju tim utama. Dari sinilah regenerasi pemain Persebaya Surabaya terus berdenyut tanpa henti.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
